Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan reproduksi sapi betina hasil inseminasi buatan menggunakan metode rektovaginal di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, pencatatan reproduksi ternak, dan wawancara terstruktur dengan peternak. Variabel yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR) dan Calving Interval (CI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata, persentase, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C sebesar 1,70 yang termasuk dalam kategori baik, nilai CR sebesar 60,23% yang berada pada batas bawah kategori baik dan nilai NRR sebesar 70,45% yang juga tergolong baik. Namun demikian nilai Calving Interval sebesar 416,51 hari (± 13,9 bulan) menunjukkan bahwa efisiensi reproduksi jangka menengah masih belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan reproduksi sapi betina hasil inseminasi buatan di lokasi penelitian berada pada kategori cukup baik, terutama pada aspek keberhasilan konsepsi awal, namun masih memerlukan peningkatan dalam manajemen reproduksi pasca beranak untuk mencapai efisiensi reproduksi yang optimal.
Copyrights © 2026