Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara teori psikologi pendidikan modern dengan nilai-nilai transendental dalam teks suci, di mana praktisi pendidikan Islam seringkali kekurangan panduan psikologis yang berakar langsung pada wahyu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi teori motivasi Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow dan teori ERG Clayton Alderfer dalam perspektif Tafsir Tarbawi, serta merumuskan konsep motivasi belajar yang integratif. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari Al-Qur'an dan karya orisinal para tokoh, sementara teknik analisis data menggunakan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memvalidasi kebutuhan eksistensi manusia (QS. Quraisy: 4) dan hubungan interpersonal (QS. Luqman: 13). Namun, Al-Qur'an memperluas konsep motivasi melampaui aspek material melalui dimensi spiritual ibtila’ (ujian) sebagai stimulus kesabaran (QS. Al-Baqarah: 155) dan pencapaian falah sebagai puncak pertumbuhan (growth) manusia. Kesimpulannya, integrasi psikologi pendidikan ke dalam Tafsir Tarbawi membuktikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar adalah prasyarat krusial yang harus diseimbangkan dengan tujuan transendental untuk membentuk karakter Insan Kamil. Implementasi praktis bagi pendidik adalah dengan menciptakan ekosistem belajar yang menjamin keamanan fisik dan emosional siswa sekaligus mengarahkan potensi fitrah mereka pada nilai-nilai ketakwaan.
Copyrights © 2026