Ketika suatu diskusi kecil yang diikuti oleh para akademikus melakukan pembahasan mengenai diterminan maraknya jual beli gelar (akademik) di negara kita dalam lima sampai sepuluh tahun terakhir ini muncullah berbagai faktor yang diperkirakan menjadi penyebab-nya. Faktor-faktor yang diidentifikasi oleh peserta diskusi diyakini baik sacara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada ma-raknya kasus tersebut.      Adapun faktor-faktor yang dimaksud antara lain adalah ada-nya sekelompok masyarakat kita yang pandai memanfaatkan peluang bisnis untuk melakukan transaksi jual beli gelar, masih melekatnya kultur feodalistik dalam masyarakat, sikap sebagian dari kita yang lebih menghargai "kertas" di atas keahlian riil, terjadinya pelarian sosial atas ketidakmampuan kita untuk berprestasi secara konkrit, tidak adanya komitmen masyarakat untuk menyelesaikan kasus ini, tidak adanya ketegasan pemerintah, tidak adanya peraturan yang solid untuk menyeret para penipu ke pengadilan, dan sebagainya.      Ketika pembahasan sampai kepada keberpengaruhan faktor yang satu terhadap faktor yang lain dalam hubungan sebab akibat (causal relationship) ternyata pembahasan menemui jalan buntu. Di dalam teori penyelesaian masalah metoda ini memang banyak dipakai oleh para "teoretikus".       Sebagai misal apabila munculnya A disebabkan faktor B, dan munculnya B disebabkan faktor C maka untuk menyelesaikan masalah A yang diberi perlakuan harus faktor C bukan B. Kalau C-nya beres, otomatis B akan beres, dan kalau B beres maka permasalah-an A akan selesai. Tetapi bila yang diberi perlakuan ialah B maka permasalahan tidak pernah selesai selama C sebagai "prime mover" tidak dibereskan. Demikianlah cara berpikir orang kampus!
Copyrights © 2000