ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

BISNIS SEKS DAN ANAK-ANAK KITA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 May 2010

Abstract

       Akhir-akhir ini ada kekhawatiran yang muncul  dari para praktisi organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), End Child Prostitution in Asia Tourism (ECPAT), dsb tentang masa depan anak-anak didunia dewasa ini. Konon sekarang ini sudah sangat banyak anak-anak yang terjerat di dalam bisnis seks. Hal ini tidak saja terjadi pada anak-anak di negara-negara maju akan tetapi juga di nega-ra-negara berkembang.       Jeratan bisnis seks  pada anak-anak yang semula  hanya terjadi di negara-negara tertentu sekarang ini ternyata sudah merambah hampir di seluruh dunia.  Di Eropa dan Amerika hal ini sudah berpuluh-puluh tahun berlangsung;  sedangkan di Asia kemudian mengikutinya. Bah-kan beberapa sumber menyatakan bahwa di Asia pun bisnis seks yang melibatkan anak-anak sudah sangat lama menjadi tradisi di kalangan masyarakat tertentu. Cerita-cerita seks di kalangan anak-anak, yang sebagian dianggap sebagai mitos,  dapat dilacak di Jepang, Cina, dan juga India.      Sekarang ini cerita tentang bisnis seks yang melibatkan anak-anak di bawah umur di Thailand,  khususnya di kawasan Pantai Patayya, "nyaring" terdengar hampir di seluruh jagat.  Konon,  maaf, di daerah itu sudah sangat sedikit wanita muda yang dapat mempertahankan ke-perawanannya sampai usia 15 tahun.  Benar atau salah tentang hal itu, yang jelas menurut badan resmi dunia WHO, Thailand termasuk dae-rah yang "rawan" AIDS di Asia.  Seperti kita ketahui salah satu faktor penyebab munculnya AIDS adalah terjadinya kegiatan seks yang ber-ganti-ganti pasangan pada si penderita.       Di Indonesia sendiri sekarang  terdapat sekurang-kurangnya 13,5 juta anak yang menghadapi berbagai permasalahan hidup; salah satu bentuknya adalah permasalahan seks.  Ada anak yang dipaksa menjadi pelacur (prostitute), dikerasi secara seksual (sexual violence), dsb.

Copyrights © 1997