Bencana banjir di Provinsi Aceh pada akhir tahun 2025 menyebabkan putusnya jalur distribusi dan melumpuhkan ekonomi lokal, sehingga memicu krisis logistik bagi masyarakat terdampak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar logistik masyarakat di empat wilayah terdampak parah: Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Metode yang digunakan adalah distribusi logistik terpadu dan penyaluran bantuan langsung (door-to-door) selama periode 20-22 Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan penyaluran 360 paket logistik yang terdiri dari pangan instan, perlengkapan sanitasi, serta masker berhasil meringankan beban warga di pengungsian. Selain itu, penyaluran 7.000 liter air bersih dan bantuan finansial (zakat) terbukti krusial dalam menjaga higienitas dan fleksibilitas ekonomi warga pasca-bencana. Program ini berhasil memperkuat jaring pengaman sosial dan mempercepat fase pemulihan awal masyarakat di lokasi terdampak.
Copyrights © 2026