Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE YANG DI LAKUKAN OLEH ANAK (Studi Studi Kasus Polrestabes Semarang ) Reza Wahyudi; Achmad Sulchan
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.132 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penegakan hukum tindak pidana perjudian online yang di lakukan oleh anak di Polrestabes Semarang’’. Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kasus tindak pidana perjudian yang dilakukan oleh anak sehingga perlu untuk diketahui bagaimana penegakan hukum pidana anak pelaku tindak pidana perjudian online serta kendala dan solusi Polrestabes Semarang dalam menanggulanginya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya penanggulangan tindak pidana perjudian online yang dilakukan anak di Polrestabes Semarang dan bagaimana kendala dan solusi penanggulangan tindak pidana perjudian online yang dilakukan anak di Polrestabes Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian hukum yuridis sosiologis. Penelitian hukum Yuridis adalah penelitian yang fokus pada kajian tertulis yaitu dengan cara meneliti bahan pustaka, peraturan perundang undangan, keputusan pengadilan maupun teori hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Sedangkan penelitian hukum sosiologis adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh penulis secara langsung di lapangan yaitu dengan melakukan wawancara dengan pihak Polrestabes Semarang sebagai pihak yang berwenang melakukan fungsi kepolisian di Kota Semarang. Berdasarkan Hasil Penelitian Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perjudian Online yang dilakukan oleh anak di Polrestabes Semarang diketahui bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang terhadap perjudian yang dilakukan oleh anak dengan cara preventif, akan tetapi kasus perjuadian yang dilakukan oleh anak di proses menggunakan Undang-Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak, namun terlebih dahulu dilakukan upaya hukum dengan menerapkan Keadilan Restoratif, dan kendala yang dihadapi adalah anggota kepolisian Polrestabes Semarang masih kekurangan peralatan teknologi dalam menangani kasus perjudian online yang dilakukan anak serta solusi dalam menanggulangi perjudian online yang dilakukan anak menggunakan metode preventif dan represif Kata Kunci : Perjudian, Online, Anak,Tindak pidana,Perjudian Online
The Metaanalysis of the Analgesic Effect of Electroencephalographic Neurofeedback for People with Chronic Pain Elvina Zuhir; Desmawita Lestari; Reza Wahyudi; Aisya Raehan Fadhillah
MUTIARA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JIMI - JANUARI
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/mutiara.v4i1.487

Abstract

Chronic pain represents a major global health burden and often remains resistant to conventional pharmacological treatment, prompting the exploration of alternative therapeutic strategies. Electroencephalographic (EEG) neurofeedback has emerged as a non-invasive neuromodulatory intervention that enables patients to self-regulate brain activity and potentially alleviate persistent pain symptoms. This systematic review addresses the research problem of inconsistent evidence regarding the clinical efficacy and underlying mechanisms of EEG-based neurofeedback for chronic pain management in adults. A comprehensive analysis of 80 studies involving adults with chronic pain lasting at least three months was conducted, examining neurofeedback protocols, clinical pain outcomes, neurophysiological changes, secondary benefits, and methodological quality. Findings revealed heterogeneous results, with several studies reporting statistically significant and clinically meaningful pain reduction, particularly in conditions such as chemotherapy-induced neuropathy, fibromyalgia, and chronic back pain. Observed neurophysiological changes, including increased alpha power and modified connectivity in pain-related brain regions, were sometimes associated with clinical improvement, alongside reported benefits in sleep quality, mood, and overall well-being. However, evidence from sham-controlled randomized trials showed no significant differences between intervention and control groups, highlighting methodological limitations and challenges in blinding procedures. The review concludes that EEG neurofeedback is a safe and feasible intervention with potential therapeutic value for chronic pain, although current evidence remains inconsistent. The novelty of this study lies in its integrative evaluation of clinical outcomes, neurophysiological mechanisms, and protocol-specific effects, while emphasizing the need for personalized approaches, biomarker identification, and rigorous experimental designs to clarify efficacy and optimize treatment implementation.