Kesehatan mental merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja karyawan, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan mental menjadi isu global, dengan lebih dari satu miliar orang mengalami gangguan mental, dan kondisi ini juga terlihat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesehatan mental yang diukur melalui Psychological Well-Being (PWB) dan Psychological Distress (PD) terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan positivistik dengan metode kuantitatif verifikatif, melibatkan 30 responden melalui kuesioner, dan dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat PWB karyawan berada pada kategori tinggi (rata-rata 25,80), PD berada pada kategori sedang (21,00), dan kinerja karyawan berada dalam kategori baik (20,9). Secara parsial, PWB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. PD juga berpengaruh signifikan dengan arah positif, menunjukkan adanya eustress atau stres positif yang dapat memicu peningkatan kinerja pada tingkat tertentu. Secara simultan, PWB dan PD memberikan kontribusi sebesar 89,3% (R² = 0,893) terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan mental yang baik berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kerja di organisasi sektor publik dan dapat menjadi dasar untuk perumusan strategi peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan kerja
Copyrights © 2026