Nurdin
Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Profitabilitas dan Leverage terhadap Tax Avoidance Ponia Nurjanah; Nurdin
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.124 KB) | DOI: 10.29313/bcsbm.v1i1.101

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap tax avoidance. Profitabilitas pada penelitian ini adalah ROA, Sedangakn leverage pada penelitian ini adalah DER. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Objek penelitian ini adalah perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Indeks LQ-45. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang ada di IDX pada tahun 2013-2017. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 7 perusahaan yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ROA tidak berpengaruh positif signifikan terhadap tax avoidance. Sedangkan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Kemampuan prediksi kedua variabel tersebut terhadap tax avoidance sebesar 14,0%. Sedangkan sisanya sebanyak 86% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kata Kunci: Profitabilitas, Leverage, Tax avoidance, Indeks LQ45, Perusahaan Industri Munufaktur.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Kinerja Karyawan: Studi KasusPada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau Sonia; Tasya Aspiranti; Nurdin
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 1 (2026): IJEMA - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja karyawan, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan mental menjadi isu global, dengan lebih dari satu miliar orang mengalami gangguan mental, dan kondisi ini juga terlihat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesehatan mental yang diukur melalui Psychological Well-Being (PWB) dan Psychological Distress (PD) terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan positivistik dengan metode kuantitatif verifikatif, melibatkan 30 responden melalui kuesioner, dan dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat PWB karyawan berada pada kategori tinggi (rata-rata 25,80), PD berada pada kategori sedang (21,00), dan kinerja karyawan berada dalam kategori baik (20,9). Secara parsial, PWB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. PD juga berpengaruh signifikan dengan arah positif, menunjukkan adanya eustress atau stres positif yang dapat memicu peningkatan kinerja pada tingkat tertentu. Secara simultan, PWB dan PD memberikan kontribusi sebesar 89,3% (R² = 0,893) terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan mental yang baik berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kerja di organisasi sektor publik dan dapat menjadi dasar untuk perumusan strategi peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan kerja
Analisis Pengaruh Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute)Puskesmas Dengan RSUD Kabupaten Sumedang Di Kabupaten Sumedang Devi Haliyanti Subagio; Nurdin; Nirmala Kesuma
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 1 (2026): IJEMA - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dalam pelayanan rujukan antara Puskesmas dan RSUD Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode evaluasi, melibatkan petugas rujukan di 35 Puskesmas dan satu petugas di RSUD. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana SISRUTE pada umumnya telah memadai, namun pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, lambatnya respons rumah sakit, serta kendala teknis aplikasi dan jaringan. Kondisi tersebut menyebabkan rujukan, terutama kasus gawat darurat, lebih sering dilakukan melalui komunikasi telepon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi SISRUTE memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penugasan petugas khusus, serta penguatan koordinasi antar fasilitas kesehatan
Pengaruh Ketersediaan Obat Dan Kinerja TenagaFarmasi Terhadap LamaWaktuTunggu Pelayanan Obat (Studi Kasus Di Instalasi Farmasi RSUD Majalaya Diah Wijayanti Utami; Nurdin; Enny Kusmiran
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 1 (2026): IJEMA - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ketersediaan obat terutama obat-obatan esensial di IFRS Rawat jalan RSUD Majalaya. Sedianya penelitian ini merupakan peneltian deskriptif vervikatif yang akan menguji adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara ketiga variabelnya, tetapi terkendala dengan karakteristik data yang berbeda untuk pengujian hipotesisnya. Dari data hasil observasi, wawancara, dan kuisioner yang diperoleh didapatkan hasil bahwa ketersediaan obat-obat esensial di IFRS rawat jalan RSUD Majalaya adalah 21 item termasuk ketersediaan baik (95%), 6 item termasuk ketersediaan cukup baik (75% - 90%) dan 18 item ketersediaan kurang.(<75 %). Dalam hal pencapaian waktu tunggu pelayanan obat baik racik maupun obat jadi, IFRS RSUD Majalaya sudah sesuai standar yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi ≤ 30 menit,sementara pencapaian IFRS 23,44 menitdan obat racikan 45,07 menit masih lebih cepat dibanding standar ≤ 60 menit. Oleh krena itu ketersediaan obat harus lebih diperbaiki. Pengelolaan obat dan logistik farmasi harus lebih ditingkatkan perencanaannya