Secara medis sudah ditemukan bahwa HIV merupakan penyebab AIDS. Manusia, menurut Parmono Achmad (1987) merupakan sum-ber HIV. HIV bisa "bersarang" pada sel limposit T, B and makrofag, kulit, plasma, air mani, liur, kencing, kelenjar getah bening, sumsum tulang, otak serta cairan vagina. Sedangkan sumber penularan yang paling efektif adalah air mani dan darah. Tiga cara penularannya sbb: hubungan seksual (homoseks, heteroseks dan biseks), parental (transfusi darah, jarum suntik) serta "dari ibu ke anak" (transplasentasi, air susu). Sedangkan masuknya HIV kepada calon penderita bisa melalui alat kelamin, placenta dan mulut (saat menyusui).      Sebenarnya secara medis HIV tersebut sangat mudah dimatikan, demikian menurut para ahli medis, yaitu dengan: (1) pemanasan pada suhu 50 derajat Celcius selama kurang lebih 30 menit, (2) eter, etanol 20 derajat, (3) aceton, (4) natrium hipoklorit 0,20 persen, (5) alkohol 70 persen selama satu menit, (6) beta propiolakton 0,25 persen, (7) natrium hidroksida 40 m nol/1, (8) glutaraldehida 1 persen, serta (9) amonium klorida.      Apakah hal itu berarti bahwa AIDS mudah dijinakkan? Ternyata tidak, karena HIV mempunyai kemampuan untuk mengubah struktur genetis dari protein lapis pelindung luarnya sehingga sulit "dikenali" oleh sistem pertahanan tubuh manusia. Dengan kondisi yang demikian itu AIDS menjadi penyakit yang sulit diatasi; bahkan sampai sekarang belum ditemukan obat atau penawar yang manjur.      Ada pakar medis yang memasukkan AIDS sebagai anggota baru Penyakit Menular Seksual (PMS) karena penyakit ini salah satu cara penularan AIDS melalui hubungan seksual atau senggama; khususnya senggama pada kasus homoseks, biseks dan kasus senggama "deviasi" lainnya.
Copyrights © 1998