Penelitian ini menganalisis pengaruh Fashion Innovativeness, Hedonic Motivation, Perceived Severity, dan Perceived Vulnerability terhadap Behavioral Intention penggunaan smartwatch pada mahasiswa Generasi Z di Jakarta Barat. Kajian ini berlandaskan pada Protection Motivation Theory (PMT) dan Fashion Consciousness, dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Metode penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel minimum yang berjumlah 155 responden. Pada model struktural ditemukan bahwa Fashion Innovativeness (t = 5,712; p < 0,001), Hedonic Motivation (t = 4,865; p < 0,001), dan Perceived Severity (t = 3,214; p < 0,01) berpengaruh positif signifikan terhadap Behavioral Intention. Sebaliknya, Perceived Vulnerability (t = 1,203; p = 0,229) tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor emosional dan gaya hidup (fashion dan motivasi hedonis) lebih dominan dibandingkan persepsi risiko kognitif dalam memengaruhi niat Generasi Z untuk mengadopsi smartwatc
Copyrights © 2026