Critical discourse analysis is employed to reveal how language in the media represents ideology and power relations, including in the reporting of football player naturalization in Indonesia. This study aims to analyze the construction of discourse, ideology, and power practices in news coverage of football naturalization in Indonesia using Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. This research adopts a qualitative descriptive method, with data sources consisting of five online news articles from detik.com and viva.co.id published between 2024 and 2026. Data were collected through observation and note-taking techniques on relevant text segments, and analyzed using Fairclough’s three-dimensional framework: textual analysis (micro), discursive practice, and sociocultural practice, supported by pragmatic analysis. The findings indicate that at the textual level, news discourse is characterized by the use of evaluative diction, as well as explanatory, descriptive, and speculative structures that construct diverse meanings regarding the issue of naturalization. At the level of discursive practice, the media produce discourse in the forms of criticism, normalization, and speculation, reflecting strategic framing of the issue for readers. Meanwhile, at the sociocultural level, the discourse reflects broader social dynamics related to nationalism, identity, and sports policy, particularly the tension between instant performance-oriented approaches and long-term grassroots development. Therefore, the reporting of football naturalization in Indonesia demonstrates that the media do not merely convey information, but actively construct meaning and shape public understanding of the policy. Abstrak Analisis wacana kritis digunakan untuk mengungkap bagaimana bahasa dalam media merepresentasikan ideologi dan relasi kekuasaan, termasuk dalam pemberitaan naturalisasi sepak bola di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana, ideologi, dan praktik kekuasaan dalam pemberitaan naturalisasi sepak bola Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa lima teks berita daring dari detik.com dan viva.co.id yang terbit pada periode 2024–2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap bagian teks yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan tiga dimensi Fairclough, yaitu analisis teks (mikro), praktik wacana, dan praktik sosiokultural, serta didukung dengan analisis pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, pemberitaan ditandai oleh penggunaan diksi evaluatif, struktur eksplanatif, deskriptif, dan spekulatif yang membangun makna beragam terhadap isu naturalisasi. Pada dimensi praktik wacana, media memproduksi wacana dalam bentuk kritik, normalisasi, dan spekulasi yang mencerminkan strategi dalam membingkai isu bagi pembaca. Sementara itu, pada dimensi sosiokultural, wacana naturalisasi merefleksikan dinamika sosial yang berkaitan dengan nasionalisme, identitas, dan kebijakan olahraga, khususnya antara orientasi peningkatan prestasi instan dan pembinaan jangka panjang. Dengan demikian, pemberitaan naturalisasi sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam mengonstruksi makna dan arah pemahaman publik terhadap kebijakan tersebut.
Copyrights © 2026