Perusahaan yang diteliti merupakan produsen vaksin dan obat hewan dengan produk biologis yang sangat sensitif terhadap suhu dan penanganan. Peningkatan jumlah konsumen dan luasnya wilayah distribusi menuntut pemenuhan permintaan secara tepat waktu dan sesuai mutu, namun perusahaan masih menghadapi kendala pada peramalan permintaan dan pengiriman yang memicu retur produk jadi. Penelitian ini bertujuan mengukur kinerja rantai pasok produk vaksin hewan pada perusahaan tersebut menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang diintegrasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan dan normalisasi Snorm De Boer untuk penyetaraan skala. Sebanyak sebelas indikator kinerja yang tervalidasi dipetakan pada proses Plan, Source, Deliver, dan Return serta atribut reliability, responsiveness, cost, dan asset. Hasil penelitian menunjukkan nilai agregat kinerja rantai pasok sebesar 84,94 yang termasuk kategori Good. Proses pengiriman, khususnya Order Fulfillment Lead Times by Company (33,33; Poor), mencatat skor terendah sehingga menjadi prioritas perbaikan. Temuan ini menegaskan bahwa sistem pengukuran kinerja yang berkelanjutan dapat menjadi dasar penentuan strategi perbaikan yang optimal.
Copyrights © 2026