Pendidikan luar sekolah, sebuah konsepsi klasik yang hampir terlupakan orang, akan "diangkat" dan "diaktualisasikan" kembali oleh departemen pendidikan kita.       Belum lama berselang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan, menegaskan bahwa mulai sekarang kita harus memberi perhatian yang besar kepada pendidikan luar sekolah, dalam arti bukan pendidikan formal, karena berdasarkan penelitian dalam waktu yang singkat kita tidak akan mampu menampung tamatan berbagai jenjang sekolah, yaitu dari SMP ke SMA serta dari SMA ke perguruan tinggi.       Ibarat "si-kecil panili di tengah-tengah jati", kali ini pendidikan luar sekolah sedang dihampiri oleh tiupan angin segar yang dapat memungkinkan untuk bernafas dengan lebih nyaman.       Hal ini kiranya tidaklah terlalu berlebihan. Pada kenyataan-nya kebanyakan dari anggota masyarakat kita banyak yang mulai lupa pada eksistensi pendidikan luar sekolah ini. Konsentrasi masyarakat pada umumnya lebih terfokus pada pendidikan formal, sistem pendidikan yang mampu "menyediakan" prestasi dan prestise sekaligus. Berbeda dengan pendidikan luar sekolah yang kurang "royal" terhadap prestise.
Copyrights © 1985