Pulau Bangka dikenal sebagai wilayah utama penghasil timah di Indonesia, dengan sejarah panjang aktivitas penambangan sejak abad ke-18. Seiring dengan berkembangnya pengolahan mineral di PT Timah Tbk, sisa hasil pengolahan (SHP) semakin menjadi perhatian, mengingat masih adanya kandungan mineral strategis di dalamnya. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, pengelolaan SHP sebagai bagian dari konservasi sumber daya menjadi wajib dilakukan untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi timah (Sn) pada lokasi penampungan SHP di Gemuruh, PT Timah Tbk. Lokasi terbagi dalam tiga blok dengan volume total sebesar 6.772,5 m³ dan berat material 8.804 ton. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode test pit sesuai SNI 03-6376-2000, kemudian direduksi menggunakan teknik cone and quartering untuk menjaga representativitas. Analisis kadar Sn dilakukan menggunakan metode X-ray Fluorescence (XRF), dengan hasil rata-rata masing-masing blok sebesar 0,21% (Blok 1), 0,27% (Blok 2), dan 0,12% (Blok 3). Estimasi potensi timah yang dapat dikonservasi diperkirakan mencapai 16,20 ton Sn. Hasil ini menegaskan bahwa material SHP memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut, serta berperan penting dalam mendukung optimalisasi sumber daya mineral PT Timah Tbk secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025