This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Asngari, I.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBANGAN BATUBARA DI PT ULIMA NITRA, TBK SITE PT DBU KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN Fasihulisan; Juniah, R.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2913

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, termasuk di dalamnya batubara. Total sumber daya batubara di Indonesia mencapai 143,7 miliar ton dengan cadangan sebesar 38,8 miliar ton. Kondisi sumber daya dan cadangan yang melimpah ini membuat banyak pelaku usaha tertarik untuk berinvestasi, salah satunya adalah PT Ulima Nitra yang melakukan penambangan di Muara Enim. Sebelum memulai kegiatan penambangan, dilakukan terlebih dahulu perhitungan atas cadangan batubara dan analisis kelayakan investasi untuk menentukan apakah suatu usaha itu layak atau tidak. Ini menjadi fokus utama bagi peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu pendekatan penelitian yang menggunakan angka dan analisis statistik untuk mengevaluasi, menjelaskan, atau memprediksi suatu fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Ulima Nitra memiliki sisa cadangan batubara sebesar 4.170.640,30 ton dan overburden sebesar 14.597.241,06 Bcm. Sebaran batubara terletak di arah Barat Laut-Tenggara, dengan strike pada N 255° E serta lapisan yang cenderung mengarah ke Timur Laut, dengan dip sekitar ±20°. Selanjutnya, perhitungan kelayakan investasi menunjukkan nilai Net Present Value yang positif sebesar Rp 88.328.637.033,68. Nilai Internal Rate of Return mencapai 30,67%, yang menunjukkan bahwa PT Ulima Nitra dapat mengembalikan modal investasinya pada tingkat bunga tersebut. Present Value Ratio tercatat di angka 0,87. Benefit Cost Ratio, diperoleh angka 1,81, sedangkan Profitability Index adalah 3,9 dan periode pengembalian investasi diperkirakan selama 6 tahun dan 2 bulan. Dengan cadangan yang tersisa, dapat disimpulkan bahwa investasi yang dilakukan oleh PT Ulima Nitra Tbk dapat dianggap layak karena telah memenuhi kriteria indikator kelayakan investasi.
POTENSI TIMAH PADA LOKASI PENAMPUNGAN MATERIAL SISA HASIL PENGOLAHAN (SHP) LOKASI GEMURUH, PT TIMAH TBK Alfiansah, M. G.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2914

Abstract

Pulau Bangka dikenal sebagai wilayah utama penghasil timah di Indonesia, dengan sejarah panjang aktivitas penambangan sejak abad ke-18. Seiring dengan berkembangnya pengolahan mineral di PT Timah Tbk, sisa hasil pengolahan (SHP) semakin menjadi perhatian, mengingat masih adanya kandungan mineral strategis di dalamnya. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, pengelolaan SHP sebagai bagian dari konservasi sumber daya menjadi wajib dilakukan untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi timah (Sn) pada lokasi penampungan SHP di Gemuruh, PT Timah Tbk. Lokasi terbagi dalam tiga blok dengan volume total sebesar 6.772,5 m³ dan berat material 8.804 ton. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode test pit sesuai SNI 03-6376-2000, kemudian direduksi menggunakan teknik cone and quartering untuk menjaga representativitas. Analisis kadar Sn dilakukan menggunakan metode X-ray Fluorescence (XRF), dengan hasil rata-rata masing-masing blok sebesar 0,21% (Blok 1), 0,27% (Blok 2), dan 0,12% (Blok 3). Estimasi potensi timah yang dapat dikonservasi diperkirakan mencapai 16,20 ton Sn. Hasil ini menegaskan bahwa material SHP memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut, serta berperan penting dalam mendukung optimalisasi sumber daya mineral PT Timah Tbk secara berkelanjutan.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PENGUPASAN TANAH PENUTUP MENGGUNAKAN ALAT BERAT ZOOMLION Lidiani, R. M.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2915

Abstract

PT PDL melakukan proyek perdana dalam jasa pengupasan tanah penutup di Pit Middle dengan menggunakan alat produksi merk Zoomlion. Untuk menilai kelayakan proyek ini, perlu dilakukan analisis perencanaan keekonomian. Tujuan dari penelitian ini menghitung biaya yang timbul dalam proyek pengupasan tanah penutup PT PDL, mengestimasikan jumlah produksi tanah penutup pada kondisi break even dan mengidentifikasi kelayakan proyek berdasarkan analisis keekonomian, dan menentukan merk alat angkut yang lebih menguntungkan antara Zoomlion ZT105 atau Sany SKT 90S. Metode penelitian dengan penelitian eksplanatori dan komparatif untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang muncul terhadap pendapatan dan menilai sejauh mana perbedaan yang dapat ditimbulkan antara menggunakan alat angkut Zoomlion dengan alat angkut Sany SKT 90S. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa total biaya yang timbul dari proyek pengupasan tanah penutup Pit Middle PT PDL adalah sebesar Rp 521.215.875.276. Nilai break even point produksi proyek ini adalah sebesar 9.812.875 bcm. Hasil analisis kelayakan investasi, didapatkan nilai NPV proyek ini sebesar Rp 127.949.146.832, nilai IRR sebesar 102,68%, dan payback period 1,75 tahun yang berarti proyek ini layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis sensitivitas dengan mengubah parameter biaya investasi dan operasional dengan alat angkut Sany SKT 90S juga masih mendapatkan nilai positif, dengan nilai NPV Rp 202.926.360.473, IRR 194,64%, dan payback period selama 1,08 tahun. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penggunaan alat angkut merk Sany SKT 90S berpotensi dapat memberi laba yang lebih besar dibandingkan dengan alat angkut Zoomlion ZT105. Hal ini disebabkan meskipun kapasitas Zoomlion lebih besar, namun biaya operasionalnya lebih tinggi dibandingkan dengan Sany.