Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Studi Molekuler Rice tungro bacilliform virus pada Ratun Padi di Sidrap, Sulawesi Selatan melalui Pendekatan PCR Sidik, Effi Alfiani; Ibrahim, E.; Firmansyah, F.; Khaerana, K.
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidik, E.A., Ibrahim, E., Firmansyah, F. & Khaerana, K. (2024). Molecular study of rice tungro bacilliform virus on rice ratoons in Sidrap, South Sulawesi through a PCR Approach. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang  21 Oktober 2024. (pp. 836–842).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Rice rungro bacilliform virus (RTBV) is a primary causes of tungro disease, which proses a significant threat to rice production in South Sulawesi. This study was conducted to identify the infection symptoms and presence of RTBV in rice retoon in Sidrap, South Sulawesi. Samples were collected using purposive sampling in area suspected of tungro virus infection, and symptom identification was performed. RTBV detection was carried out using Polymerase Chain Reaction (PCR). Symptoms observed included yellow to orange discoloration of leaves, leaf shortening, and narrowing of leaf blades. PCR results confirmed that the ratoon rice was infected by RTBV. These finding indicated ratoons may serve as a potential inoculum source for virus spread in the mext planting season, thus prolonging the infection cycle. Early detection of RTBV infection in the ratooning phase through molecular approaches is crucial to minimizing the risk of tungro disease spread.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.
INTERPRETASI PEMETAAN STRUKTUR KELURUSAN DARI DATA LANDSAT 8 SEBAGAI INDIKASI POTENSI SUMBERDAYA CBM Ramadhan, Kgs M.R.; Ibrahim, E.; Suherman, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/2994sp36

Abstract

Coal Bed Methane atau disingkat menjadi CBM merupakan gas yang terbentuk dan terperangkap di dalam lapisan batubara. CBM memiliki potensi ekonomi yang bagus karena dapat dikonversikan menjadi energi listrik atau disalurkan melalui pipa untuk pemanfaatan lainnya. Indonesia diperkirakan memiliki cadangan CBM sebesar 453 TCF sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi dengan cadangan batubara terbesar di Indonesia sehingga mengindikasikan bahwa potensi sumberdaya CBM juga melimpah. Tujuan penelitian ini adalah menetukan indikator pada area yang berpotensi mengandung sumberdaya CBM berdasarkan struktur kelurusan dengan melakukan interpretasi dari data citra Satelit Landsat-8 dan memprediksi area yang berpotensi mengandung sumberdaya gas CBM di wilayah penelitian. Penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Hasil penelitian potensi CBM dengan melihat pada indikator kelurusan geologi menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi CBM. Hal ini terlihat dari terdapatnya wilayah dengan densitas kelurusan yang tinggi dengan nilai sebesar 2,711/km2 – 5,121/km2 yang artinya memiliki permeabilitas tinggi yang berkembang dengan baik. Permeabilitas yang baik akan meningkatkan jumlah gas CBM yang terperangkap karena terdapatnya ruang yang dapat diisi oleh gas CBM.
HUBUNGAN SEBARAN CLEAT DENGAN NILAI PROXIMATE BATUBARA PADA PERTAMBANGAN BATUBARA PT. BUKIT ASAM Edwar, AY.; Ibrahim, E.; Haryati, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/ejmnh463

Abstract

Pertambangan batubara merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pertambangan di Indonesia. Secara geologi, keterbentukan batubara di Indonesia sendiri dapat dibedakan menjadi tiga cekungan, yaitu intramontana, cekungan daratan-muka (foreland basin, back deep basin), dan cekungan delta. Batubara yang terendapkan memberikan kenampakan geologi. Salah satu kenampakan tersebut adalah cleat pada batubara. Cleat pada batubara merupakan rengkahan yang ada pada batubara. Terdapat dua jenis cleat pada batubara, yaitu face cleat dan butt cleat, namun pada penelitian ini akan lebih memfokuskan penelitian pada face cleat. Penelitian terdahulu mengenai cleat pada umumnya lebih mengarah pada pengaruhnya terhadap keterbentukan CBM, namun belum ada yang membahas mengenai hubungan keterdapatan cleat terhadap nilai proximate batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari persebaran cleat batubara terhadap nilai dari proximate batubara. Nilai proximate yang diperoleh akan dibandingkan dengan nilai dari cleat yang diteliti. Nilai cleat yang diteliti adalah banyak cleat yang terbentuk, densitas cleat, serta arah persebaran cleat. Pengumpulan data cleat tersebut dilakukan dengan menggunakan metode windows sampling, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu pengumpulan data berbentuk angka. Sampel yang diuji berasal dari wilayah penambangan bukit asam, diantaranya TSBC, suban timur, dan bangko barat. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara nilai fixed carbon dari batubara dengan total arah sebaran dari cleat, sedangkan untuk banyaknya cleat yang terbentuk pada permukaan batubara, cendrung searah dengan pergerakan dari total moisture, volatile meter, dan ash content.
ESTIMASI VOLUME ENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN BATAS TAMBANG MENGGUNAKAN FEM DAN IDW Desmawita, D.; Ibrahim, E.; Affandi, AK.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/vfz38n56

Abstract

Endapan batubara di PT NAR terdiri dari beberapa lapisan dengan ketebalan yang bervariasi. Endapan batubara yang telah dimodelkan menggunakan perangkat lunak belum divalidasi. Cadangan batubara, perencanaan produksi, sistem penambangan dan umur tambang dipengaruhi oleh ketebalan lapisan batubara, sehingga membutuhkan metode estimasi yang tepat dengan akurasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi cadangan batubara berdasarkan metode terpilih dengan nilai error terkecil. Penelitian ini menggunakan 31 titik lubang bor dengan multi seam batubara: Seam A, E seam dan splitting seam yaitu seam E1 dan seam E2 dengan rating batubara sub-bituminus. Analisis data menggunakan interpolasi metode FEM dan IDW berdasarkan nilai RMSE. Luas blok PT NAR 74,91 ha, luas tambang 23,84 ha dengan metode FEM, diperkirakan cadangan batubara 15 juta ton dengan nisbah kupas 3: 1. Interpolasi ketebalan menggunakan metode FEM dan IDW dengan nilai error terkecil pada inverse distance kubik sebesar 0,15. Low wall slope 30o dan overall slope pada high wall 45o diperoleh luas penambangan 20,44 ha, cadangan batubara 1.640.180,10 ton, volume lapisan penutup 6.960.892,14 BCM, volume interburden 491.320,88 BCM dan SR 4,5: 1. Perbandingan estimasi cadangan batubara dengan metode FEM dan IDW didapatkan hasil yang berbeda sebesar 140.000 ton atau meningkat 9,33%. Hasil tersebut membuktikan bahwa perbedaan metode penghitungan sangat dipengaruhi oleh arah distribusi dan nilai yang dihasilkan.
EVALUASI EKONOMI PROSES PENCUCIAN BIJIH TIMAH TANPA SLUICE BOX PADA KAPAL ISAP PRODUKSI (KIP) DI LAUT MATRAS SUNGAILIAT Kohirozi, N.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jths9689

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi ekonomi dari proses pengolahan bijih timah pada Kapal Isap Produksi (KIP) di PT Timah Tbk, khususnya dengan menghilangkan fungsi sluice box dalam proses pencucian. Sejak dioperasikannya KIP pada tahun 2008, proses pencucian bijih timah telah mengalami beberapa perubahan untuk mengoptimalkan penanganan material dan konsentrat. Awalnya konsentrat hasil Jig Clean Up (Kompartemen A, B, dan C) dicuci kembali di sluice box untuk meningkatkan kadar Sn hingga lebih dari 50%. Namun, Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dari proses ini sering dibuang ke laut karena keterbatasan penyimpanan dan alat angkut. Saat ini, dengan ketersediaan alat angkut dan hasil analisis yang menunjukkan kadar Sn pada SHP (berkisar 4-10%) masih ekonomis, SHP dikumpulkan kembali. Perhitungan menunjukkan bahwa konsentrat bijih timah dari Jig Clean Up tidak lagi memerlukan proses di sluice box dan dapat langsung dikirim ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT). Pemotongan proses ini menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp 2.306.742,- per pengiriman (30 ton ore) atau sekitar 4,37% lebih rendah dari metode eksisting. Penghematan biaya ini bukan sekadar pengurangan angka, melainkan cerminan dari keputusan strategis PT Timah Tbk untuk terus mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saingnya di pasar komoditas global yang fluktuatif. Selain itu, tenaga kerja yang sebelumnya dialokasikan untuk pengoperasian sluice box dapat dialihkan untuk kegiatan perawatan alat pencucian di KIP, menjaga variabel jig tetap stabil, dan meminimalkan kehilangan material.
POTENSI TIMAH PADA LOKASI PENAMPUNGAN MATERIAL SISA HASIL PENGOLAHAN (SHP) LOKASI GEMURUH, PT TIMAH TBK Alfiansah, M. G.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/2bp0ht69

Abstract

Pulau Bangka dikenal sebagai wilayah utama penghasil timah di Indonesia, dengan sejarah panjang aktivitas penambangan sejak abad ke-18. Seiring dengan berkembangnya pengolahan mineral di PT Timah Tbk, sisa hasil pengolahan (SHP) semakin menjadi perhatian, mengingat masih adanya kandungan mineral strategis di dalamnya. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, pengelolaan SHP sebagai bagian dari konservasi sumber daya menjadi wajib dilakukan untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi timah (Sn) pada lokasi penampungan SHP di Gemuruh, PT Timah Tbk. Lokasi terbagi dalam tiga blok dengan volume total sebesar 6.772,5 m³ dan berat material 8.804 ton. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode test pit sesuai SNI 03-6376-2000, kemudian direduksi menggunakan teknik cone and quartering untuk menjaga representativitas. Analisis kadar Sn dilakukan menggunakan metode X-ray Fluorescence (XRF), dengan hasil rata-rata masing-masing blok sebesar 0,21% (Blok 1), 0,27% (Blok 2), dan 0,12% (Blok 3). Estimasi potensi timah yang dapat dikonservasi diperkirakan mencapai 16,20 ton Sn. Hasil ini menegaskan bahwa material SHP memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut, serta berperan penting dalam mendukung optimalisasi sumber daya mineral PT Timah Tbk secara berkelanjutan.
OPTIMASI BATAS PIT BERDASARKAN PERTIMBANGAN GEOTEKNIK DAN FINANSIAL PADA PT BUKIT ASAM TBK Dani, I. F.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/g6wx0y11

Abstract

Perencanaan tambang batubara terbuka memerlukan integrasi kajian geoteknik dan finansial untuk menghasilkan batas pit yang aman serta layak secara ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada Tambang Batubara Pit X Barat PT Bukit Asam, Tbk dengan tujuan mengoptimalkan batas pit berdasarkan kestabilan lereng dan kelayakan finansial serta mengevaluasi dampak risiko transisi energi terhadap keekonomian tambang. Optimasi pit dilakukan menggunakan algoritma Lerchs–Grossmann (LG) berbasis block model untuk memperoleh batas pit optimum. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan metode kesetimbangan batas untuk menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) dan Probability of Failure (PoF) dengan mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Evaluasi finansial dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even Stripping Ratio (BESR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pit optimal (OPT 1) memiliki Stripping Ratio (SR) sebesar 5,58 dengan nilai BESR sebesar 11,63 pada kondisi non-transisi. Geometri lereng yang digunakan meliputi tinggi jenjang 8 m, sudut jenjang 45°, lebar berm 15 m, rest bench 30 m, dan lebar jalan 30 m dengan sudut keseluruhan lereng 6,77–19,61°. Analisis kestabilan lereng menghasilkan nilai FK statis sebesar 1,395 dengan PoF 3,27% serta FK dinamis sebesar 1,272 dengan PoF 4,89%. Evaluasi finansial menunjukkan nilai NPV sebesar USD 158.345.272 dan IRR sebesar 32,93%. Pada skenario transisi energi dengan Harga Batubara Acuan (HBA) USD 74/ton, nilai BESR menurun menjadi 9,38. Meskipun terjadi penurunan fleksibilitas ekonomi, kegiatan penambangan tetap layak karena nilai SR aktual masih lebih kecil dibandingkan BESR.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA MELALUI DIVERSI SUNGAI LENGKUPI STUDI KASUS PIT GAB 02 PT BUMI MERAPI ENERGI Hibaturrahman, R. B.; Ibrahim, E.; Sutriyono, E.; Toha, T.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/22xs3h64

Abstract

Diversi sungai pada wilayah tambang terbuka tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengendalian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi strategi teknis untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif pengaruh diversi Sungai Lengkupi terhadap peningkatan cadangan batubara serta implikasinya terhadap kelayakan ekonomi penambangan di Pit GAB 02 PT Bumi Merapi Energi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui integrasi analisis geologi, pemodelan sumber daya, desain pit optimasi, serta penerapan faktor pengubah sesuai SNI 5015:2019. Estimasi cadangan dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting sebelum dan sesudah penerapan desain diversi sungai, dengan mempertimbangkan batas pit ekonomis dan parameter teknis penambangan. Selanjutnya, evaluasi keekonomian dilakukan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP) untuk menilai dampak finansial dari skenario diversi sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi Sungai Lengkupi secara signifikan meningkatkan luas area tertambang dan volume cadangan batubara yang dapat diekstraksi secara ekonomis. Perubahan batas pit akibat eliminasi kendala alur sungai lama menghasilkan penurunan rasio kupas marginal serta peningkatan nilai NPV dan IRR proyek, disertai dengan percepatan periode pengembalian modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa perencanaan diversi sungai yang terintegrasi dengan optimasi pit dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam peningkatan nilai proyek tambang, tanpa mengabaikan aspek teknis dan lingkungan.