Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Molekuler Rice tungro bacilliform virus pada Ratun Padi di Sidrap, Sulawesi Selatan melalui Pendekatan PCR Sidik, Effi Alfiani; Ibrahim, E.; Firmansyah, F.; Khaerana, K.
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidik, E.A., Ibrahim, E., Firmansyah, F. & Khaerana, K. (2024). Molecular study of rice tungro bacilliform virus on rice ratoons in Sidrap, South Sulawesi through a PCR Approach. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang  21 Oktober 2024. (pp. 836–842).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Rice rungro bacilliform virus (RTBV) is a primary causes of tungro disease, which proses a significant threat to rice production in South Sulawesi. This study was conducted to identify the infection symptoms and presence of RTBV in rice retoon in Sidrap, South Sulawesi. Samples were collected using purposive sampling in area suspected of tungro virus infection, and symptom identification was performed. RTBV detection was carried out using Polymerase Chain Reaction (PCR). Symptoms observed included yellow to orange discoloration of leaves, leaf shortening, and narrowing of leaf blades. PCR results confirmed that the ratoon rice was infected by RTBV. These finding indicated ratoons may serve as a potential inoculum source for virus spread in the mext planting season, thus prolonging the infection cycle. Early detection of RTBV infection in the ratooning phase through molecular approaches is crucial to minimizing the risk of tungro disease spread.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.