ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1994: HARIAN SUARA KARYA

MEMBANGUN KEBANGGAAN UNIVERSITAS TERBUKA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Jun 2010

Abstract

       Hari ini sepuluh tahun yang lalu, atau tepatnya pada 4 September 1984, telah lahir "bayi" mungil di bumi pertiwi ini yang selanjutnya dinamakan dengan Universitas Terbuka (UT).  Kelahiran "bayi" yang mungil ini memang sudah lama kita rindukan,  setidak-tidaknya sejak awal tahun 70-an pada saat UNESCO memberi rekomendasi akademik tentang kemungkinan dikembangkannya  sistem pendidikan "berjarak" (distance learning) atau banyak yang menyebutnya sebagai pendidikan jarak jauh untuk menjawab tantangan pendidikan di negara kita.          Dalam acara pembukaan UT waktu itu secara resmi  Presiden RI Soeharto menegaskan bahwa Universitas Terbuka merupakan jawaban yang tepat untuk meratakan kesempatan mendapatkan pelayanan pen-didikan tinggi dalam kondisi dan situasi kehidupan masyarakat yang senantiasa berkembang terus.  Di samping itu beliau juga menyatakan bahwa UT juga merupakan jawaban tepat untuk memberi pelayanan pendidikan tinggi di tengah-tengah masyarakat kita yang berdomisili di negara kepulauan yang sangat luas.          Apa yang ditegaskan oleh Presiden RI Soeharto saat itu kiranya sangat tepat dan relevan mengingat salah satu tujuan utama didirikan-nya UT ialah meningkatkan daya tampung pendidikan tinggi. Dengan meningkatnya daya tampung ini maka kebutuhan lulusan pendidikan tinggi untuk pembangunan bangsa dan negara dapat dipenuhi; setidak-tidaknya meningkat baik jumlah maupun mutunya. Seperti kita ketahui latar belakang didirikannya UT adalah ditemuinya kenyataan bahwa setiap tahun jumlah permintaan masyarakat untuk menjadi mahasiswa selalu lebih besar dari peningkatan daya tampung perguruan tinggi,  sekalipun pemerintah bersama-sama dengan masyarakat (swasta) telah berusaha keras untuk meningkatkan daya tampung.

Copyrights © 1994