This research is motivated by the increasing attention to the practice of tongues in the Pentecostal tradition as a means of building prayer stamina, as well as the emergence of praxis deviations such as the commercialization of gifts and excessive symbolic meaning. Using the qualitative method of literature study, this study examines the theological, psychological, and neurotheological literature related to the function of glossolalia in prayer. The purpose of this research is to explain the theological basis and scientific findings that support the role of tongues in strengthening prayer perseverance. The results of the study show that tongue language is understood as prayer mediated by the Holy Spirit and is supported by findings of religious psychology and neurotheology that associate it with increased emotional regulation and prayer duration. This study concludes that tongue language has significant potential in building prayer stamina if practiced in a healthy and responsible manner. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap praktik bahasa lidah dalam tradisi Pentakostal sebagai sarana membangun stamina doa, sekaligus munculnya penyimpangan praksis seperti komersialisasi karunia dan pemaknaan simbolik yang berlebihan. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur teologis, psikologis, dan neuroteologis terkait fungsi glossolalia dalam doa. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dasar teologis dan temuan ilmiah yang mendukung peran bahasa lidah dalam memperkuat ketekunan doa. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa lidah dipahami sebagai doa yang dimediasi Roh Kudus serta didukung temuan psikologi agama dan neuroteologi yang mengaitkannya dengan peningkatan regulasi emosi dan durasi doa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa lidah berpotensi signifikan dalam membangun stamina doa apabila dipraktikkan secara sehat dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Pentakostal, Bahasa lidah, Doa, Stamina doa, Roh Kudus, Spiritualitas
Copyrights © 2026