cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENURUNAN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN DI LEHER BELAKANG (TENGKUK) PADA PASIEN POST HEMOROIDEKTOMI TERPASANG TAMPON Rohmani Rohmani; Debi Dahlia; Lestari Sukmarini
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.14

Abstract

Pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon mengalami nyeri akibat adanya spasme internal yang disebabkan oleh regangan dan tekanan syaraf perifer dikanalis analis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres dingin di leher belakang (tengkuk) terhadap penurunan nyeri pada pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon. Penelitian ini menggunakan quasi experiment pre test post test design with control group dengan jumlah responden yang didapat dengan teknik concecutive sampling. Pengukuran skala nyeri menggunakan visual analog scale (VAS) dengan skor nyeri maksimal 8. Hasil uji Friedman menunjukkan adanya perbedaan rerata penurunan nyeri yang diberikan kompres dingin ditengkuk dengan p-value 0,0001. Tindakan kompres dingin lebih efektif dibandingkan dengan terapi standar dalam menurunkan skala nyeri pasien post hemoroidektomi yang terpasang tampon. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur penurunan nyeri dengan kompres dingin di leher belakang pada pasien post hemoroidektomi terpasang tampon.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN PERAWAT DAN PENERAPAN KOMPETENSI PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOK II JAYAPURA Marselius Fatie; Zeth Roberth Felle
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.15

Abstract

Dokumentasi yang baik mencerminkan kualitas perawatan dan yang membuktikan pertanggung jawaban setiap anggota tim perawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan penerapan kompetensi perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross seksional (potong lintang). Adapun sampel dari penelitian ini adalah seluruh populasi ruang rawat nginap yang ada di RSUD Dok II Jayapura yang berjumlah 434 orang, namun metode pengambilan sampling yang digunakan adalah secara purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa item identitas pasien yang paling banyak diisi dengan nilai 36,7%, riwayat kesehatan 26,7%, pemeriksaan fisik, pola kebiasaan dan data penunjang didapatkan hasil yang sama yaitu 6,7%, sedangkan untuk data psikologis, data sosial, dan data spiritual masing-masing 3,3%. presentase pencatatan masing-masing item yang dinilai adalah sebagai berikut: Pencatatan tanggal dan jam 53,3%, identitas perawat dan nomor urut diagnosa diperoleh hasil yang sama 50%, dan sifat diagnosa keperawatan aktual/risiko 43,3%, diagnosa keperawatan sesuai dengan rumusan PES/PE 40%, sedangkan pencatatan untuk data subjektif dan objektif didapatkan nilai 10%. Pada item penulisan intervensi berdasarkan prioritas 46,7%, intervensi keperawatan dibuat dengan rumusan tujuan 40% dan tujuan dibuat dengan kriteria SMART 23,3%. Item pencatatan jam 60%, tanggal 53,3%, sedangkan tindakan dibuat dengan rumusan tujuan dan tindakan kolaborasi menunjukkan nilai yang sama 50%, pencatatan identititas perawat 36,7%, respon klien terhadap tindakan 3,3%, dan untuk revisi tindakan berdasarkan evaluasi didapatkan 0% karena tidak ada yang melakukan pencatatan untuk bagian ini. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pendokumentasian asuhan keperawatan, dimana dari sisi kuantitas pencatatan lebih sering dilakukan oleh perawat dengan latar belakang pendidikan DIII keperawatan.
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KABUPATEN JAYAWIJAYA, PAPUA Muhamad Sahiddin; Theresia Resubun
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.16

Abstract

Angka penderita HIV/AIDS yang tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan di Kabupaten Jayawijaya. Keadaan sumber daya manusia dari sisi jumlah, kualifikasi, distribusi dan kapasitas menjadi salah satu faktor utama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keadaan sumber daya manusia dalam program penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 18 inforaman dan 1 kelompok Focus Group Discussion (FGD). Penentuan informan penelitian dengan prosedur purposive, yang terdiri pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, Kepala Puskesmas, Pemegang Program HIV/AIDS dan Non Government Organization. Hasil penelitian menunjukkan sumber daya manusia untuk program penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Jayawijaya masih terjadi masalah pada sisi jumlah, kualifikasi, distribusi maupun peningkatan kapasitasnya. Kekurangan tenaga HIV AIDS terjadi pada tingkat Dinas Kesehatan dan Unit Pelayanan di Puskesmas. Hal ini menyebabkan penumpukan beban kerja tenaga karena harus merangkap sebagai programer kegiatan lainnya. Jenis tenaga HIV AIDS yang tidak mencukupi adalah tenaga analis kesehatan (tenaga laboratorium), tenaga apoteker, dokter, dan tenaga konselor HIV AIDS. Distribusi tenaga kesehatan masih banyak yang berpusat di daerah perkotaan. Dari sisi peningkatan kapasitas, Dinas Kesehatan telah rutin melakukan pelatihan kepada tenaga HIV AIDS, tetapi masalah yang terjadi adalah adanya fenomena pindah tugas tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan.
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 4 - 6 BULAN DI PUSKESMAS HEDAM DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA Nasrah Nasrah; I Ketut Swastika; Kismiyati Kismiyati
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.17

Abstract

Pemberian stimulus yang diberikan sesaat setelah bayi lahir memberikan efek yang sangat penting pada perkembangan kemampuan motorik dan adaptasi sosial di masa perkembangan bayi hingga dewasa nanti. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasa efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 4 - 6 bulan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post test desain with control group desain. Jumlah sampel penelitian sebanyak 16 bayi yang terbagi atas dua kelompok, yaitu kelompok perlakukan (8 bayi) dan kelompok kontrol (8 bayi). Hasil penelitian bahwa hasil analisa bivariat menunjukkan tindakan massage memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan pertumbuhan dan perkembangan. Pada pertumbuhan (berat badan) diperoleh nilai p = 0,017. Pada pertumbuhan (panjang badan) diperoleh nilai p = 0,012 atau < 0,05, Hal ini membuktikan efektifitas pemijatan terhadap pertumbuhan (panjang badan). Pada perkembangan diperoleh nilai p = 0,028 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh antara pemijatan dengan perkembangan bayi. Pemijatan yang dilaksanakan secara rutin pada bayi dengan gerakan pemijatan pada kaki, perut, dada, tangan, punggung dan gerakan peregangan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PERAN ADVOKAT BAGI PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM ABEPURA Zeth Roberth Felle
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i1.18

Abstract

Peran perawat sebagai advokat klien menuntut perawat untuk dapat mengidentifikasi dan mengetahui nilai-nilai tentang peran advokat, hak-hak klien, perilaku professional, dan hubungan klien-keluarga-dokter. Di samping itu, pengetahuan dan pendidikan yang cukup sangat diperlukan untuk memiliki kompetensi klinik sebagai syarat untuk menjadi advokat klien. pengetahuan yang tinggi tentang peran advokat klien dapat menjadi pendukung bagi perawat utnuk menerapkan peran advokat secara optimal.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN PROGRAM TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYEBARAN HIV/AIDS PADA KELOMPOK RISIKO DI KABUPATEN MIMIKA PAPUA Adolfina Tandilangan; Marselius Fatie
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.28

Abstract

Kurangnya cakupan program intervensi pengendalian HIV dan AIDS di Kota Mimika disebabkan aspek perencanaan yang tidak maksimal, kurangnya dana dan adanya kendala-kendala sarana dan prasarana serta kondisi geografis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan intervensi perubahan perilaku ODHA di puskesmas Timika dan Puskesmas Timika Jaya dan hubungan pengendalian program dengan implementasi pelaksanaan perubahan perilaku (IPP) pencegahan penyakit HIV-AIDS pada kelompok risiko. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel sebanyak 52 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik mann whitney untuk meliihat perbedaan, uji chi square untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen, dan uji regresi logistik untuk menentukan pemodelan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada uji mann whitney diperoleh p=0,313. Hal itu berarti, tidak ada perbedaan intervensi perubahan perilaku responden di puskesmas Timika dan Timika Jaya; (2) ada hubungan perencanaan, biaya, waktu, dan sosial budaya terhadap pelaksanaan IPP; (3) tidak ada hubungan spesifikasi dan ekonomi terhadap pelaksanaan IPP; dan (4) pelaksanaan IPP akan berjalan dengan baik apabila memiliki waktu yang baik dan efektif sebesar satu kati dibandingkan dengan pelaksanaan IPP yang buruk setelah dikontrol oleh perencanaan dan sosial budaya.
PEMANFAATAN PROGRAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI OLEH IBU HAMIL DI RSUD JAYAPURA Suriyani Suriyani; Sofietje J. Gentindatu; Nouvy Helda Warouw
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.36

Abstract

Prevention of Mother to Child HIV Transmission (PMTCT) adalah suatu program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi yang dilaksanakan dalamupaya untuk menurunkan angka resiko penularan HIV dari ibu ke bayi, dengan melakukan intervensi terhadap ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pemanfaatan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi/PMTCT oleh ibu hamil di RSUD Jayapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan data yang besar kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih secara purposive yaitu petugas yang terlibat dalam program PMTCT yang terdiri dari dokter, perawat, manajer kasus, konselor, bidan dan tenaga laboratorium. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview). Pemberian informasi tentang HIV dan PMTCT tidak diberikan kepada semua ibu hamil pada saat ANC oleh petugas ANC, padahal lewat ANC bisa menjadi awal pintu masuk upaya PMTCT, sehingga pemberian informasi tersebut tidak harus menunggu keberadaan konselor. Pemanfaatan layanan kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa dimensi seperti ketersediaan dimana istilahnya akses layanan kesehatan sudah secara tepat berada di tempat dan waktu yang tepat, dimensi kemampuan yang merujuk ke masalah akses keuangan yakni tentang biaya layanan kesehatan dan kemampuan individu untuk membayar bagaimana layanan kesehatan dapat di jangkau pengguna layanan dari sisi harga.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL USIA 10-14 TAHUN DALAM MELAKUKAN PERAWATAN DIRI DI SLB NEGERI BAGIAN B JAYAPURA Ester Rumaseb; Sri Mulyani; Nasrah Nasrah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.37

Abstract

Anak dengan retardasi mental memiliki kemampuan yang dapat dioptimalkan dan dikembangkan selayaknya anak-anak normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental usia 10-14 tahun dalam melakukan perawatan diri di SLB Negeri Bagian B Jayapura. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak retardasi mental usia 10-14 tahun di SLB Negeri Bagian B Jayapura sebanyak 32 responden. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji chisquare diperoleh nilai p value < α (0,000 < 0,05), maka Ha diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental usia 10-14 tahun dalm melakukan perawatan diri di SLB Negeri Bagian B Jayapura. Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental usia 10-14 tahun dalam melakukan perawatan diri di SLB Negeri Bagian B Jayapura. Setiap anak retardasi mental memerlukan pola asuh yang baik agar mereka mampu melakukan perawatan diri secara mandiri.
BUDAYA SUKU DANI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA (STUDI KASUS) Saparaddin Latu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menemukan Budaya Suku Dani dalam mengimplementasikan program Keluarga Berencana dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (Rapid Etnografi Assesment) dengan jumlah informan sebanyak enam belas orang (16). Pemilihan informan dengan cara snowball sampling, pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara mendalam (In-depth Interview), observasi, telaah dokumen, Focus Group Discussion (FGD), Analisis data dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berencana dalam budaya Suku Dani yang telah dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam kehidupan keseharian mereka dari turun temurun antara lain: kepercayaan dalam prinsip hidup; perkawinan menurut hukum adat (Inyagugi apik), nilai relasi (Nege), nilai membagi, nilai kesetiaan, nilai kerja (Yabu). Prinsip teguh dan patuh terhadap perintah adat telah dilaksanakan secara turun-temurun dengan sistem pemerintahan adat (Klen). Wesakun memimpin upacara-upacara adat keagamaan dengan menggunakan benda-benda keramat. Hukum adat yang dipraktekkan secara efektif memiliki hubungan langsung atau tidak langsung melalui prilaku pengambilan keputusan. Pandangan nilai anak dan jenis kelamin terhadap variabel antara yaitu usia pernikahan pertama dan pemilihan pasangan pada Masyarakat Suku Dani. Keterlibatan pemerintah dan lintas sektor dalam pengembangan peran serta masyarakat melakukan program dan komunikasi yang efektif tentang KB dan kependudukan merupakan salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pengaturan kelahiran dan kualitas SDM demi peningkatan kualitas hidup Masyarakat Suku Dani.
PERBEDAAN HASIL SKOR TRY OUT UJI KOMPETENSI ANTARA MAHASISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DAN TIDAK MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR PADA MAHASISWA D-IV KEPERAWATAN POLTEKKES JAYAPURA Kismiyati Kismiyati
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.40

Abstract

Bimbingan belajar dilakukan dalam upaya meningkatkan kelulusan ujian kompetensi lulusan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar terhadap skor nilai try out uji kompetensi pada mahasiswa Prodi D-IV Keperawatan Poltekkes Jayapura. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one group posttest only. Jumlah sampel sebesar 72 mahasiswa yang dibagi dalam 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok perlakuan (menerima bimbingan) dan kelompok kontrol (tidak menerima bimbingan). Analisis data dengan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata - rata skor total nilai try out uji kompetensi antara kelompok kontrol (rata-rata=40.5388) dan kelompok perlakuan (rata-rata=45.5410) dengan nilai signifikansi p=0,028. Dilihat pada masing – masing materi bimbingan, ada perbedaan signifikansi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada keperawatan medikal bedah (p=0,003) dan maternitas (p=0,012). Pemberian bimbingan dapat terus dilakukan dengan memperbanyak variasi soal dan meningkatkan motivasi mahasiswa untuk mengikuti bimbingan.

Page 1 of 15 | Total Record : 147