Jurnal Keperawatan Tropis Papua
Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026

Hubungan self awareness dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri: The relationship between self-awareness and compliance with iron supplement consumption in adolescent girls

Verina Raisya Irawan (Fakultas Keperawatan, Universitas Riau)
Ari Rahmat Aziz (Fakultas Keperawatan, Universitas Riau)
Herlina (Fakultas Keperawatan, Universitas Riau)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia, namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah. Salah satu faktor internal yang diduga berperan dalam kepatuhan konsumsi TTD adalah self-awareness. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-awareness dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di SMK Negeri 1 Pekanbaru. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 239 siswi yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Self-awareness diukur menggunakan kuesioner yang mencakup tiga dimensi, yaitu subjektif, objektif, dan simbolik, sedangkan kepatuhan konsumsi TTD diukur berdasarkan jumlah tablet yang dikonsumsi dalam satu bulan terakhir. Mayoritas responden memiliki self-awareness yang baik pada ketiga dimensi, namun sebagian besar tidak patuh mengonsumsi TTD (67,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-awareness subjektif (p = 0,397), objektif (p = 0,133), maupun simbolik (p = 0,129) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Peningkatan kepatuhan konsumsi TTD memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dengan melibatkan faktor eksternal seperti dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan. Anemia is a common health problem among adolescent girls due to increased iron requirements during growth and blood loss during menstruation. The government has implemented an iron supplement tablet (IST) program as an effort to prevent anemia, but compliance rates among adolescent girls remain low. One internal factor suspected to influence compliance is self-awareness. This study aimed to determine the relationship between self-awareness and iron supplement tablet compliance among adolescent girls at SMK Negeri 1 Pekanbaru. A correlational design with a cross-sectional approach was used. A total of 239 female students were selected using stratified random sampling. Self-awareness was measured using a questionnaire covering three dimensions — subjective, objective, and symbolic — while compliance was measured based on the number of tablets consumed in the past month. The majority of respondents had good self-awareness across all three dimensions, yet most were non-compliant with iron supplement tablet consumption (67.4%). No significant relationship was found between subjective (p = 0.397), objective (p = 0.133), or symbolic self-awareness (p = 0.129) and iron supplement tablet compliance. Improving compliance requires a more comprehensive approach involving external factors such as family support, peer support, and health worker involvement.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jktp

Publisher

Subject

Description

Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical ...