Perkembangan media sosial telah mengubah pola otoritas agama dalam masyarakat Muslim kontemporer dari yang sebelumnya berbasis institusi dan sanad keilmuan menuju legitimasi yang dibentuk melalui popularitas digital dan budaya algoritmik. Fenomena munculnya ustaz digital, dakwah viral, dan kontestasi narasi keagamaan di ruang media sosial menunjukkan bahwa algoritma turut berperan dalam membentuk otoritas agama baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara algoritma media sosial, politik identitas, dan produksi otoritas agama di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui dokumentasi berbagai jurnal, buku, dan konten digital, kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana kritis dan pendekatan genealogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berfungsi sebagai mekanisme produksi legitimasi keagamaan yang memperkuat echo chamber, polarisasi identitas, dan krisis otoritas keilmuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital keagamaan serta rekonstruksi moderasi beragama sebagai respons terhadap budaya algoritmik di era digital.
Copyrights © 2026