Uswatun Hasanah
Raden Fatah State Islamic University Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reframing Islamic Ecology as a Transformative Ethical Paradigm: Khalīfah, Tawḥīd, Mīzān, and the Global Ecological Crisis Widiawaty; Uswatun Hasanah; Nyimas Umi Kalsum
Khazanah Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Khazanah Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/j.j.khazanah-tarbawi.2026.106

Abstract

The global ecological crisis requires an ethical response that goes beyond technical solutions and addresses theological, moral, and institutional dimensions. This study aims to reconstruct Islamic ecological principles as a transformative ethical paradigm for responding to contemporary environmental degradation. Using a conceptual-normative literature review and thematic analysis of Islamic normative sources and recent academic literature, this study examines the interconnection among tawḥīd, khalīfah, amānah, mīzān, fasād, isrāf, tabdhīr, and ḥifẓ al-bī’ah. The main finding shows that Islamic ecology is not a collection of isolated moral messages, but a theocentric and responsibility-centred paradigm that links worldview, human agency, ecological limits, consumption ethics, justice, and institutional praxis. The study implies that Islamic environmental discourse should move beyond doctrinal affirmation toward practical integration in Islamic education, pesantren and mosque governance, public policy, and community-based ecological movements.
Dari Mimbar ke Algoritma: Politik Identitas dan Produksi Otoritas Agama di Era Digital Suhudi; Uswatun Hasanah; Nyimas Umi Kalsum
Edupro: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Edupro: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (April)
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/e-jppkm.2026.68

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola otoritas agama dalam masyarakat Muslim kontemporer dari yang sebelumnya berbasis institusi dan sanad keilmuan menuju legitimasi yang dibentuk melalui popularitas digital dan budaya algoritmik. Fenomena munculnya ustaz digital, dakwah viral, dan kontestasi narasi keagamaan di ruang media sosial menunjukkan bahwa algoritma turut berperan dalam membentuk otoritas agama baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara algoritma media sosial, politik identitas, dan produksi otoritas agama di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui dokumentasi berbagai jurnal, buku, dan konten digital, kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana kritis dan pendekatan genealogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berfungsi sebagai mekanisme produksi legitimasi keagamaan yang memperkuat echo chamber, polarisasi identitas, dan krisis otoritas keilmuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital keagamaan serta rekonstruksi moderasi beragama sebagai respons terhadap budaya algoritmik di era digital.