Merupakan upaya membuktikan ada tidaknya hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemampuan berpikir kritis siswa kelas delapan pada mapel IPS di MTs Ibnu Hajar Gondanglegi dengan rumusan masalah apakah terdapat hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemampuan berpikir kritis siswa kelas delapan pada mapel IPS di MTs Ibnu Hajar Gondanglegi. Metode penelitiannya ialah metode kuantitatif korelasi. Data diperoleh dengan cara menyebar angket dan tes kemudian dianalisis menggunakan spearman rank analisis dengan jumlah sampel 40. Analisis kuantitatif korelasional di penelitian memperoleh bukti: (1) pola asuh demokratis yang didapatkan pada siswa MTs Ibnu Hajar Gondanglegi 42,5% kategori tinggi dengan total rata-rata 3,244 kategori tinggi. (2) kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa MTs Ibnu Hajar Gondanglegi 52,5% pada kategori tinggi dengan total rata-rata kategori tinggi yakni sebesar 0,739 . (3) pola asuh demokratis memiliki hubungan signifikan dengan kemapuan berpikir kritis siswa di MTs Ibnu Hajar dengan signifikansi hipotesis 0,000 < 0,05. Manfaat dari hasil temuan diatas yakni: (1) bisa memberi sumbangsih pemikiran dalam dunia pendidikan bagi sekolah dan dinas pendidikan dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan cara berpikir secara kritis bagi siswa. (2) penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan acuan atau rujukan dan pengembangan teori dalam penelitian yang sejenis.
Copyrights © 2023