Meningkatnya risiko paparan paham intoleran di lingkungan akademik menuntut strategi preventif yang menyentuh aspek emosional dan logika mahasiswa. Artikel ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis best practice pencegahan radikalisme melalui pembinaan kesadaran bela negara pada kegiatan PKKMB di Kabupaten Pinrang. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode thematic analysis, penelitian ini mengeksplorasi transformasi kesadaran mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam pemahaman bela negara (civic awareness) dari paradigma militeristik menjadi tanggung jawab intelektual dan sosial. Data menunjukkan transisi pemahaman kontekstual meningkat dari 15% menjadi 85% pasca-intervensi. Melalui critical reflection, mahasiswa mampu mengidentifikasi narasi radikal di media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Pinrang sebagai jangkar kohesi sosial dalam model pembinaan. Strategi paling efektif adalah menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif berpikir kritis, bukan sekadar objek doktrin.
Copyrights © 2026