Koperasi salah satu roda perekonomian Indonesia menghadapi tantangan mengelola sumber daya manusia untuk mempertahankan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi gaya kepemimpinan demokratis dalam meningkatkan kinerja karyawan di Koperasi Simpan Pinjam Nuansa Perkasa Dompu. Meskipun gaya demokratis dianggap ideal, realitas lapangan menunjukkan fenomena paradoks berupa indisipliner karyawan yang menghambat produktivitas. Studi ini menawarkan kebaruan dengan menyoroti distorsi kepemimpinan demokratis dalam konteks budaya lokal yang sering kali disalahartikan sebagai kelemahan wewenang, sebuah celah yang jarang dieksplorasi dalam literatur koperasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data dan triangulasi. Temuan menunjukkan gaya kepemimpinan demokratis saat ini gagal meningkatkan kinerja karena ketimpangan antara tanggung jawab pimpinan yang besar dengan wewenang eksekusi sanksi yang lemah, sehingga memicu hubungan kerja transaksional tanpa loyalitas. Disimpulkan bahwa dalam lingkungan koperasi, demokrasi tanpa ketegasan manajerial bersifat kontraproduktif. Implikasi studi ini menekankan perlunya redefinisi struktur wewenang dan penguatan komunikasi persuasif untuk mengembalikan disiplin dan kinerja karyawan.
Copyrights © 2026