ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN

MENANGGAPI UNJUK RASA GURU SECARA ARIF

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2010

Abstract

       Gelombang unjuk rasa yang diperankan oleh para guru pada berbagai tempat di tanah air  nampaknya makin hari makin dahsyat akhir-akhir ini.  Meskipun tidak dilakukan koordinasi secara profesional  akan tetapi kenyataan membuktikan kalau satu tempat sudah selesai maka segera disusul di tempat lain;  atau bila satu kelompok guru sedang "beristirahat" dalam menjalankan unjuk aksinya segera disusul oleh kelompok yang lainnya.       Keadaan seperti itu  tidak saja  terjadi di  ibu kota Jakarta dan di kota-kota besar lainnya seperti Bandung dan Yogyakarta; tetapi juga sudah merambah  di kota-kota yang relatif kecil seperti Purwakarta, Cirebon, Purworejo, Karanganyar, dan sebagainya. Isu yang diangkat pun pada umumnya sama;  yaitu sekitar kesejah-teraan bagi pahlawan tanpa tanda jasa  serta  keseriusan perhatian pemerintah terhadap pendidikan nasional. Para guru yang berunjuk rasa tersebut umumnya mengeluh mengenai rendahnya kesejahteraan yang diterima  serta ketidakseriusan pemerintah di dalam menangani masalah-masalah pendidikan.       Tuntutan para guru  di dalam berunjuk rasa tersebut  pada dasarnya adalah peningkatan kesejahteraan; ada yang minta gajinya dinaikkan 100 persen,  ada yang minta penerimaan bersihnya paling tidak sekian ratus ribu rupiah,  ada yang minta agar supaya "take home pay" minimalnya  naik tiga kali lipat  dari apa  yang diterima sekarang ini, dan ada yang menuntut agar tunjangan fungsionalnya dinaikkan sama dengan tunjangan fungsional dosen.       Himbauan Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin  agar para guru tidak melanjutkan aksi unjuk rasanya nampaknya kurang mendapat perhatian;  sepertinya mereka sudah benar-benar bosan menyikapi kondisi yang ada sekarang ini.

Copyrights © 2000