Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit ini ditandai dengan adanya hambatan aliran udara yang progresif dan tidak sepenuhnya reversibel, umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, paparan polusi, serta faktor risiko lainnya. Deteksi dini PPOK di layanan primer sangat penting untuk mencegah progresivitas penyakit. Salah satu instrumen skrining yang dapat digunakan adalah kuesioner PUMA, yang dikembangkan untuk mengidentifikasi pasien berisiko tinggi PPOK secara cepat dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kejadian PPOK berdasarkan hasil kuesioner PUMA di Puskesmas Tewang Pajangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 orang masyarakat usia ≥40 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner PUMA yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (63%), berjenis kelamin laki-laki (76,7%), serta memiliki kebiasaan merokok (90%). Berdasarkan skor PUMA, sebanyak 80% responden tergolong memiliki risiko tinggi PPOK, sedangkan 20% lainnya berada pada kategori risiko rendah. Sebagian besar responden di Puskesmas Tewang Pajangan berisiko tinggi menderita PPOK, sehingga diperlukan penerapan skrining rutin menggunakan PUMA di layanan primer.
Copyrights © 2025