Pengalaman adalah sebagai hasil dari proses yang pernah dijalani, dialami, atau dirasakan seseorang, baik di masa lalu maupun baru saja terjadi. Bagi penyintas COVID-19, vaksinasi merupakan langkah pencegahan penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Meskipun vaksinasi dinilai relatif aman, tetap terdapat kemungkinan munculnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. KIPI umumnya muncul sebagai respons tubuh terhadap vaksin, seperti reaksi lokal (nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di area suntikan) maupun reaksi sistemik (demam, nyeri otot, atau sakit kepala). Partisipan dipilih dengan metode purposive sampling hingga mencapai saturasi data, dengan jumlah delapan orang yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil analisis mengidentifikasi dua tema utama. Pertama, respons fisiologis pasca vaksinasi yang meliputi: (1) reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak pada lokasi suntikan, (2) reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi, tubuh lemas, dan sakit kepala, serta (3) reaksi lain di luar kategori tersebut. Kedua, respons psikologis pasca vaksinasi yang mencakup: (1) gejala stres akut seperti peningkatan denyut jantung, napas cepat, mulut kering, keringat berlebih, dan kesemutan, (2) respons nasovagal seperti penurunan denyut jantung, gangguan penglihatan, dan sinkop, serta (3) gejala disosiatif neurologis berupa kelemahan otot. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa penyintas COVID-19 dapat mengalami reaksi yang beragam, baik dari aspek fisiologis maupun psikologis, setelah menerima vaksin. Kesimpulannya, pengalaman penyintas COVID-19 pasca vaksinasi mencerminkan adanya kombinasi respon tubuh dan kondisi mental yang berbeda-beda pada setiap individu.
Copyrights © 2025