Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh multifaktor seperti gaya hidup, kondisi psikologis dan mental serta lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan membuat model prediksi kejadian GERD. Penelitian merupakan kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Marga Agung Lampung Selatan bulan Mei-Oktober 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani sebanyak 470 orang dengan jumlah sampel sebanyak 95 petani menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah gaya hidup (pola makan, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok), kecemasan dan stress dan variabel terikat adalah kejadian GERD. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang sudah valid dan reliabel dengan nilai r=0,768-0,854 dan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,981. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan nilai rata-rata dan persentase, uji Chi-Square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden berusia 41-60 tahun (47,7%), perempuan (75,8%), pendidikan SMA (40%), aktivitas fisik ringan (54,7%), tidak merokok (83,2%), pola makan baik (94,7%), tidak minum alkohol (100%), tidak mengonsumsi jamu herbal (58,9%), psikis tidak terganggu (86,3%), tidak cemas (95,8%) dan mengalami gejala GERD (50,5%). Analisis mendapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang diteliti. Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian GERD adalah kondisi psikis.
Copyrights © 2025