Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi, terutama pada remaja putra. Stres psikologis sering menjadi salah satu faktor pendorong remaja untuk merokok sebagai mekanisme koping. Lingkungan sekolah kejuruan memiliki karakteristik sosial yang berpotensi meningkatkan paparan stres dan perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMKN 2 Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa laki-laki usia 15–19 tahun di SMKN 2 Bandar Lampung. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen adalah tingkat stres, sedangkan variabel dependen adalah perilaku merokok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner perilaku merokok yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori stres sedang dan memiliki perilaku merokok ringan hingga sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMKN 2 Bandar Lampung (p < 0,05). Tingkat stres berhubungan signifikan dengan perilaku merokok pada remaja putra. Remaja dengan tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki perilaku merokok yang lebih berat. Upaya pencegahan merokok pada remaja perlu disertai dengan intervensi pengelolaan stres yang efektif di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025