AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani padi peserta program Sekolah Lapang di Kabupaten Kubu Raya serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan di tiga desa, yaitu Sungai Itik, Parit Baru, dan Kuala Dua, yang merupakan lokasi pelaksanaan Sekolah Lapang tahun 2024. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dipilih secara acak sederhana dari 130 peserta. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya. Tingkat pengetahuan diukur berdasarkan delapan materi pelatihan menggunakan kerangka Taksonomi Bloom, kemudian dianalisis dengan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu umur, pendidikan, pengalaman bertani, dan jumlah kehadiran. Umur berpengaruh negatif, menunjukkan bahwa petani yang lebih muda lebih cepat menyerap pengetahuan dibandingkan petani yang lebih tua. Pendidikan dan pengalaman bertani berpengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan. Sebaliknya, jumlah kehadiran berpengaruh negatif, yang mengindikasikan bahwa sering hadir tidak selalu meningkatkan pengetahuan. Kesimpulannya, peningkatan pengetahuan petani dipengaruhi oleh karakteristik individu serta pola keikutsertaan dalam pelatihan, sehingga program Sekolah Lapang perlu dirancang lebih adaptif sesuai kebutuhan peserta.Kata kunci: Sekolah Lapang, Tingkat Pengetahuan, Petani Padi.Abstract This study aimed to determine the level of knowledge of rice farmers participating in the Farmer Field School program in Kubu Raya Regency and to analyze the factors influencing it. The research was conducted in three villages—Sungai Itik, Parit Baru, and Kuala Dua—which served as the locations for the Farmer Field School implementation in 2024. The research sample consisted of 58 respondents selected through simple random sampling from a total of 130 participants. Primary data were collected through interviews and observations, while secondary data were obtained from the Food Security and Agriculture Office of Kubu Raya Regency. The level of knowledge was measured based on eight training materials using the Bloom’s Taxonomy framework and analyzed using ordinal logistic regression. The results showed that most farmers had a high level of knowledge. Four variables significantly influenced knowledge level, namely age, education, farming experience, and attendance frequency. Age had a negative effect, indicating that younger farmers absorbed knowledge more quickly than older farmers. Education and farming experience had positive effects on knowledge level. In contrast, attendance frequency had a negative effect, indicating that frequent attendance does not necessarily increase knowledge. In conclusion, farmers’ knowledge improvement is influenced by individual characteristics and participation patterns in training programs; therefore, the Farmer Field School program needs to be designed more adaptively to meet participants’ needs.Keywords: Farmer Field School, Knowledge Level, Rice Farmers.
Copyrights © 2026