Perkembangan kecerdasan buatan mendorong mahasiswa memanfaatkan AI chatbots sebagai ruang aman untuk mengekspresikan perasaan dan memperoleh dukungan emosional. Namun, pengalaman subjektif mahasiswa dalam berinteraksi dengan chatbot masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman mahasiswa dalam menerima dukungan emosional melalui AI chatbots serta mengidentifikasi bentuk manfaat dan keterbatasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik Creswell & Creswell (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI chatbots berperan sebagai ruang aman bagi mahasiswa untuk bercerita tanpa rasa takut dihakimi, memberikan validasi emosional, serta membantu menenangkan pikiran melalui respons yang stabil. Mahasiswa memaknai chatbot sebagai “teman bicara netral” yang mampu memberikan simulated empathy. Meskipun demikian, keterbatasan muncul pada respons yang bersifat generik, kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan, dan ketidakmampuan chatbot menggantikan kehadiran emosional manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI chatbots dapat menjadi alternatif dukungan emosional, namun penggunaannya perlu disertai batasan agar tidak mengurangi kualitas interaksi sosial manusia.
Copyrights © 2026