Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan pengelolaan pondok pesantren modern dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam yang adaptif. Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari menghadapi berbagai risiko kelembagaan, seperti keterbatasan finansial, pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan daya saing pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Miles dan Huberman dalam memahami pengelolaan risiko dan strategi penguatan kelembagaan pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus holistik dan paradigma post-positivistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengasuh, pengelola, pengurus pondok, serta pihak Muhammadiyah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data, kemudian diperkuat melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari telah berjalan secara kontekstual dan adaptif meskipun belum terdokumentasi formal. Nilai-nilai Islam, dukungan organisasi Muhammadiyah, dan peningkatan kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan dan penguatan kelembagaan pondok pesantren.
Copyrights © 2026