Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang menuntut adanya sikap toleransi sejak usia dini. Permasalahan yang sering terjadi dalam masyarakat multikultural adalah rendahnya pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam pembentukan sikap toleransi, empati, dan saling menghargai. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menelaah berbagai teori dan hasil penelitian yang berkaitan dengan perkembangan sosial emosional dan pembentukan sikap toleransi pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional berperan penting dalam membentuk sikap toleransi anak melalui interaksi sosial, pembiasaan perilaku positif, serta keteladanan dari guru dan orang tua. Dengan demikian, penanaman nilai toleransi sejak usia dini perlu dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga dan sekolah agar anak mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Copyrights © 2026