Pendidikan berfungsi sebagai fondasi vital bagi perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik individu, terutama pada masa transisi kritis di awal remaja (usia Sekolah Menengah Pertama). Dalam konteks ini, keluarga, sebagai unit terkecil sekaligus institusi pendidikan pertama dalam masyarakat, memegang peranan sangat signifikan dalam menanamkan nilai-nilai fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media digital interaktif—khususnya yang melibatkan pemodelan visual dan analisis data sederhana—dalam mengajarkan konsep serta struktur keluarga kepada siswa kelas 7 di SMP Negeri 1 Sungai Kakap, sejalan dengan kerangka Kurikulum Merdeka. Metode yang diterapkan adalah eksperimen kuantitatif (quasi-experimental design) dengan teknik simple random sampling terhadap 60 siswa yang mewakili populasi kelas 7. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang telah divalidasi, serta dianalisis menggunakan metode statistik parametrik uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada nilai post-test (rata-rata 80.4, SD = 5.2) dibandingkan dengan pre-test (rata-rata 65.2, SD = 6.1), dengan nilai probabilitas p < 0.05. Hal ini mengindikasikan bahwa media digital interaktif—di mana siswa terlibat aktif menyusun algoritma silsilah keluarga dan menganalisis peran domisili—terbukti jauh lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman komprehensif siswa mengenai nilai-nilai keluarga dibandingkan metode konvensional. Temuan ini menegaskan urgensi integrasi media digital dan pemikiran komputasional ke dalam kurikulum pendidikan karakter guna memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan empiris terkait digitalisasi pendidikan keluarga dan memicu inovasi lebih lanjut dalam perancangan materi ajar modern.
Copyrights © 2026