Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mikroorganisme lokal (MoL) berbahan nasi basi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) serta mengidentifikasi konsentrasi perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan pada Juli–September 2022 di Kampung Hom-hom, Kecamatan Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima taraf perlakuan, yaitu tanpa MoL, 20 mL MoL + 80 mL air, 40 mL MoL + 60 mL air, 60 mL MoL + 40 mL air, dan 80 mL MoL + 20 mL air. Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi MoL nasi basi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 80 mL MoL + 20 mL air, yang menghasilkan tinggi tanaman 48,30 cm, jumlah daun 16,20 helai, lebar daun 6,08 cm, dan berat segar 283,32 g. Hasil ini menunjukkan bahwa nasi basi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku MoL yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan untuk mendukung budidaya kangkung darat.
Copyrights © 2026