Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digital storytelling dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SDN 105324 Ujung Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, dan siswa kelas V SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi digital storytelling dilakukan melalui penggunaan cerita yang disajikan dengan bantuan media digital seperti gambar, video, suara, dan musik yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Guru menggunakan media digital berupa video pembelajaran, gambar ilustrasi, audio, dan presentasi visual yang ditampilkan melalui laptop dan proyektor dalam proses pembelajaran. Penggunaan digital storytelling mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, penerapan digital storytelling juga menunjukkan adanya stimulasi kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat dari kemampuan siswa dalam memahami inti permasalahan, memberikan alasan terhadap jawaban, menarik kesimpulan, menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, menjelaskan pendapat dengan bahasa sendiri, dan melakukan pengecekan ulang terhadap jawaban. Dengan demikian, digital storytelling dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa pada Pendidikan Agama Katolik.
Copyrights © 2026