Bencana banjir bandang yang melanda Desa Landuh, Aceh Tamiang, tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian materiil, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sarana keagamaan masyarakat, termasuk rusak dan hanyutnya mushaf Al-Qur’an. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan semangat spiritual masyarakat melalui program "Gerakan 1000 Wakaf Al-Qur’an" yang merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan Partisipatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari asesmen kebutuhan, penggalangan dana, distribusi, hingga pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 1.000 eksemplar Al-Qur’an berhasil didistribusikan ke 15 titik prioritas, termasuk masjid, mushala, dan rumah warga. Program pendampingan "Mengaji Bahagia" berhasil menjangkau 120 anak dan 50 orang dewasa, yang secara signifikan meningkatkan frekuensi kegiatan keagamaan di desa tersebut. Kesimpulannya, wakaf Al-Qur’an terbukti efektif tidak hanya sebagai pemulihan sarana ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penguatan psikologis dan sosial pascabencana.
Copyrights © 2026