Pendidikan Kewarganegaraan (Pancasila) di Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan kesadaran kebangsaan sejak dini. Namun, praktik pembelajaran Pancasila masih sering dianggap monoton dan kurang kontekstual sehingga minat serta motivasi belajar siswa cenderung rendah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diinternalisasi. Salah satu pendekatan yang relevan adalah integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Pancasila. Kearifan lokal, yang mencakup tradisi, cerita rakyat, permainan tradisional, hingga praktik gotong royong, diyakini mampu membuat pembelajaran lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020. Artikel yang dianalisis diperoleh dari berbagai database seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total 132 artikel yang diidentifikasi, 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis kearifan lokal memiliki beberapa keunggulan, antara lain meningkatkan motivasi belajar, memperkuat identitas budaya dan kebangsaan siswa, serta mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, pendekatan ini mampu menjawab tantangan globalisasi dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada budaya bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis kearifan lokal merupakan inovasi yang relevan, kontekstual, dan strategis dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Model ini tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya bangsa sekaligus membekali mereka untuk menghadapi tantangan zaman. Kata Kunci:Pancasila, Kearifan Lokal, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026