Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan aksesibilitas literasi agama bagi penyandang disabilitas netra terhadap teks-teks keagamaan yang bersifat visual, khususnya pada materi Asmaul Husna dan dzikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan peran buku Braille sebagai media pembelajaran inklusif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta kemandirian spiritual bagi penyandang disabilitas netra. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (systematic literature review) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, yang menganalisis sepuluh sumber literatur primer dan sekunder dari jurnal ilmiah bereputasi dalam rentang tahun 2021 hingga 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Braille, baik berupa buku cetak, kartu taktil (seperti flashcard), maupun perangkat digital, secara signifikan mampu meningkatkan retensi memori dan akurasi pelafalan Asmaul Husna. Selain itu, panduan dzikir berbasis Braille memberikan kemandirian spiritual bagi difabel netra dalam menjalankan ibadah harian tanpa ketergantungan pada pihak luar. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi digital berkembang, buku Braille tetap menjadi fondasi fundamental dalam pendidikan agama inklusif. Penguatan pada standardisasi kurikulum Braille Arab dan pelatihan intensif bagi pengajar menjadi kunci utama untuk mewujudkan akses pendidikan agama yang berkeadilan.
Copyrights © 2026