Keracunan pestisida dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, bahkan berpotensi menyebabkankematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Namun, masih banyak petani yang belum memilikikemampuan yang memadai dalam melakukan pertolongan pertama keracunan pestisida. Penelitian bertujuanmengetahui pengaruh metode demonstrasi pertolongan pertama keracunan pestisida terhadap kemampuanpertolongan pertama keracunan pestisida pada petani di Dusun Banjarpatoman Desa Amadanom. Desain dalampenelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Populasipenelitian adalah seluruh petani di Dusun Banjarpatoman Desa Amadanom sebanyak 80 orang, dengan jumlahsampel 26 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupalembar observasi. Intervensi dilakukan dengan metode demonstrasi sebanyak dua kali dalam satu minggu,masing-masing selama 30 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pertolongan pertama keracunan pestisida pada petanisebelum diberikan metode demonstrasi sebagian besar (76,9%) berada pada kategori kurang. Setelah diberikanmetode demonstrasi, sebagian besar berada pada kategori cukup (57,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilaip value 0,000 ≤ 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode demonstrasi pertolongan pertama keracunanpestisida terhadap kemampuan pertolongan pertama keracunan pestisida pada petani. Metode demonstrasimemiliki keunggulan dalam meningkatkan pemahaman karena disertai praktik langsung, sehingga petani lebihmudah memahami dan mempraktikkan pertolongan pertama pada keracunan pestisida. Metode ini dapatdirekomendasikan sebagai salah satu bentuk edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan petani dalampertolongan pertama keracunan pestisida.
Copyrights © 2026