Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER

Makna Eksistensial dalam Lirik Lagu 33x Karya Perunggu

Awaliyah Silvia Rahma (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)
Muhammad Sendi Hendrawan (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)
Syifa Salwa Hanifa (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)
Zamzam Ismanudin (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)
Dadan Firdaus (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna eksistensial yang terkandung dalam lirik lagu “33x” karya Perunggu melalui pendekatan semiotika Roland Barthes serta mengkaitkannya dengan perspektif Akhlak Tasawuf. Lagu “33x” dipilih karena merepresentasikan pengalaman kegelisahan, keterasingan, dan pencarian makna hidup yang relevan dengan kondisi masyarakat modern, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menitikberatkan pada analisis denotasi dan konotasi terhadap tanda-tanda linguistik dalam lirik lagu. Data penelitian berupa penggalan lirik yang mengandung representasi kegelisahan eksistensial, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan menggunakan konsep eksistensialisme Søren Kierkegaard serta konsep Akhlak Tasawuf yang meliputi nafs, muhasabah, dan tazkiyatun nafs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik “33x” merepresentasikan kondisi manusia modern yang mengalami krisis makna, alienasi, dan kegelisahan eksistensial akibat tekanan kehidupan kontemporer. Melalui sistem pemaknaan denotatif dan konotatif, lagu ini tidak hanya menggambarkan kesadaran akan keterbatasan manusia, tetapi juga menawarkan jalan refleksi melalui praktik muhasabah dan dzikrullah. Dalam perspektif Akhlak Tasawuf, subjek lirik berada pada tahap nafs lawwāmah yang ditandai oleh kesadaran diri dan kegelisahan spiritual, kemudian diarahkan menuju nafs muṭma’innah melalui proses tazkiyatun nafs. Dengan demikian, lagu “33x” tidak hanya berfungsi sebagai karya budaya populer, tetapi juga sebagai medium refleksi spiritual yang menghubungkan pengalaman eksistensial manusia dengan nilai-nilai tasawuf Islam.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sujud

Publisher

Subject

Religion Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai ...