Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hipdut (Hip Hop Dangdut): Percampuran Budaya Ala Generasi Z di Ruang Digital Cahyarani Triayu Hanifah; Dadan Firdaus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6630

Abstract

Hipdut (Hip Hop Dangdut) merupakan fenomena budaya populer kontemporer yang menunjukkan proses percampuran antara musik dangdut sebagai budaya lokal dengan hip hop sebagai representasi budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Hipdut sebagai bentuk hibridisasi budaya yang tumbuh dan diterima oleh Generasi Z melalui ruang digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan desk research dan analisis konten, menggunakan data sekunder berupa karya musik, video klip, serta dokumentasi digital dari platform media sosial seperti YouTube dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipdut tidak hanya merepresentasikan inovasi musikal, tetapi juga menjadi medium negosiasi identitas budaya, perubahan stigma terhadap dangdut, serta manifestasi budaya partisipatif khas Generasi Z. Hipdut berfungsi sebagai bentuk adaptasi budaya lokal agar tetap relevan dalam arus globalisasi dan digitalisasi.
Konsep Tauhid Sosial menurut Amin Rais: Sebuah Tinjauan Teologis Abdul Latief; Radja Fatni Al Fazri; Yanwar Faturrahman; Dadan Firdaus
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5357

Abstract

Artikel ini membahas konsep tauhid sosial sebagaimana dikembangkan oleh Amin Rais dalam bukunya Tauhid Sosial: Formula Menggempur Kesenjangan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis pemikiran tersebut dalam kerangka ilmu kalam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari teks utama buku Amin Rais serta didukung oleh literatur teologis dari tokoh-tokoh seperti Harun Nasution dan Nurcholish Madjid. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid sosial menekankan keterkaitan antara keimanan kepada Tuhan dan tanggung jawab sosial umat. Tauhid diposisikan sebagai dasar etika publik yang mendorong partisipasi aktif dalam menegakkan keadilan dan menolak ketimpangan sosial. Dalam perspektif ilmu kalam, gagasan ini merupakan pengembangan rasional terhadap doktrin tauhid, yang tidak hanya membahas aspek metafisik, tetapi juga mengakar dalam realitas sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa tauhid sosial memiliki relevansi kuat dalam konteks Indonesia kontemporer, baik sebagai paradigma teologis maupun sebagai panduan aksi sosial umat Islam.  
Kritik Harun Nasution Terhadap Teologi Tradisional Najwa Zayra Nabila; Nasywa Kamila; Regita Permata Utami; Windy Novia Ramaadhanti; Dadan Firdaus
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5449

Abstract

Dominasi pemikiran teologi tradisional di Indonesia masih sangat kuat dalam pendidikan dan kehidupan keagamaan, namun pendekatan ini dinilai kurang mampu menjawab tantangan zaman modern yang menuntut rasionalitas, keterbukaan, dan konteks sosial yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pandangan Harun Nasution terhadap teologi tradisional serta menggambarkan gagasan alternatif berupa teologi rasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, menelusuri karya-karya Harun Nasution dan tokoh-tokoh teologi Islam lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun Nasution mengkritik kecenderungan teologi tradisional yang terlalu pasrah pada takdir, menolak penggunaan akal, dan tertutup terhadap pembaruan. Ia menawarkan model teologi yang rasional, menekankan pentingnya akal sebagai alat memahami wahyu, serta menghidupkan kembali semangat ijtihad sebagai respons terhadap realitas sosial kontemporer. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Harun Nasution masih sangat relevan untuk membentuk pola pikir keagamaan yang lebih terbuka, kritis, dan adaptif. Implikasinya, pendekatan rasional dalam teologi dapat menjadi landasan penting dalam reformasi pemikiran Islam di Indonesia.