Penerapan sistem curtain glass wall pada bangunan komersial di Jakarta semakin meningkat, namun berpotensi meningkatkan beban panas bangunan dan konsumsi energi pendingin yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh sistem fasad tersebut terhadap emisi tidak langsung melalui perhitungan kinerja termal bangunan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan studi kasus pada Akmani Hotel dan Jagat Tower melalui perhitungan Overall Thermal Transfer Value (OTTV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akmani Hotel masih memenuhi kriteria bangunan hijau dengan nilai OTTV di bawah 45 W/m², sedangkan Jagat Tower melampaui batas tersebut akibat tingginya window-to-wall ratio sebesar 55%. Pembahasan menunjukkan bahwa dominasi material kaca pada fasad meningkatkan penetrasi radiasi panas sehingga meningkatkan kebutuhan energi pendinginan. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan curtain glass wall berpengaruh signifikan terhadap peningkatan beban termal dan potensi emisi gas rumah kaca. Rekomendasi diberikan berupa pengendalian rasio bukaan, penggunaan kaca low-e, serta optimasi desain shading dan orientasi bangunan. Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perancang bangunan dan pembuat kebijakan dalam pengembangan bangunan hemat energi di wilayah tropis.
Copyrights © 2026