Kemampuan representasi matematis dianggap penting untuk mendukung penalaran dan pemecahan masalah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini masih rendah karena pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Integrasi teknologi melalui media interaktif seperti GeoGebra, Desmos, atau PhET dipandang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih visual, dinamis, dan partisipatif. Media ini memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep secara mandiri dengan bantuan umpan balik langsung, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konseptual serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua tahap: penerapan media interaktif dalam pembelajaran PLDV dan analisis mendalam terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 40 Surabaya. Instrumen meliputi tes representasi matematis, observasi aktivitas siswa, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat gradasi kemampuan representasi matematis yang jelas. Subjek berkemampuan tinggi menunjukkan representasi simbolik yang fleksibel, representasi tabular yang terorganisasi. Subjek berkemampuan sedang mampu membangun model aljabar dan melakukan prosedur perhitungan, tetapi masih mengalami kesulitan pada representasi tabular dan verbal, terutama dalam mengorganisasi data serta menyusun narasi matematis yang koheren. Sementara itu, subjek berkemampuan rendah menunjukkan keterbatasan pada bentuk representasi, termasuk representasi simbolik yang masih lemah. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif yang adaptif dan berdiferensiasi, tidak hanya menyajikan visualisasi, tetapi juga mendukung penguatan representasi matematis sesuai karakteristik kemampuan siswa.
Copyrights © 2026