Penerapan etika islam dalam praktik kefarmasian menjadi landasan penting dalam pelayanan swamedikasi, terutama dalam aspek kehalalan obat, etika pelayanan, dan pengambilan keputusan berbasis syariah untuk menjamin kepuasan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker untuk menjamin kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah literatur relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: “Islamic values in self-medication services”, “Halal pharmaceuticals”, “Pharmacy ethics in Islam”, dan “Islamic perspective on self-medication”. Dari enam artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kepuasan, kualitas layanan, dan loyalitas pasien, khususnya pasien Muslim. Konsep ini melibatkan integrasi etika Islam, farmasi halal, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik kefarmasian. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker memiliki signifikansi yang tinggi dalam menjamin kepuasan pasien. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan, serta kolaborasi lintas profesi untuk mendukung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi secara optimal.
Copyrights © 2026