Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Nilai Islam Dalam Pelayanan Swamedikasi untuk Menjamin Kepuasan Pasien Muhammad Nuh; Oman Fathurohman SW
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1830

Abstract

Penerapan etika islam dalam praktik kefarmasian menjadi landasan penting dalam pelayanan swamedikasi, terutama dalam aspek kehalalan obat, etika pelayanan, dan pengambilan keputusan berbasis syariah untuk menjamin kepuasan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker untuk menjamin kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah literatur relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: “Islamic values in self-medication services”, “Halal pharmaceuticals”, “Pharmacy ethics in Islam”, dan “Islamic perspective on self-medication”. Dari enam artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kepuasan, kualitas layanan, dan loyalitas pasien, khususnya pasien Muslim. Konsep ini melibatkan integrasi etika Islam, farmasi halal, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik kefarmasian. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker memiliki signifikansi yang tinggi dalam menjamin kepuasan pasien. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan, serta kolaborasi lintas profesi untuk mendukung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi secara optimal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN OSTEOARTHRITIS SECARA ALAMI MELALUI PROMOSI KESEHATAN ‘SENDI SEHAT DI USIA SENJA’ Muhammad Nuh; Akrom Akrom
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3180

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang sering menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi, terutama pada lansia. Pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan OA secara alami masih terbatas, sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang tepat. Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan OA secara alami melalui promosi kesehatan “Sendi Sehat di Usia Senja.” Kegiatan dilaksanakan di Klinik Pratama Cahaya Keluarga, Desa Kertawinangun, Kabupaten Cirebon dengan metode penyuluhan langsung dan pembagian leaflet edukatif yang berisi informasi mengenai gejala, faktor risiko, dan pencegahan OA menggunakan bahan alami seperti daun salam (syzygium polyanthum) dan daun kelor (moringa oleifera). Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 39,80 pada pre-test menjadi 46,90 pada post-test dengan nilai p = 0,000 (p 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan melalui penyuluhan langsung dan media leaflet sederhana efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah osteoarthritis secara alami.
Karakteristik Sosiodemografi dan Klinis Pasien Osteoarthritis pada Berbagai Tingkat Keparahan Berdasarkan Klasifikasi Kellgren-Lawrence Muhammad Nuh; Endang Darmawan; Sugiyarto Surono; Abdul Fadlil; Adnan Adnan
Sinteza Vol. 6 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v6i2.35895

Abstract

Osteoarthritis (OA) is the most common degenerative joint disease, and its severity is commonly assessed using the Kellgren–Lawrence (KL) classification. Understanding patient characteristics across different severity levels is essential to support clinical evaluation and optimize patient management. This study aimed to analyze the sociodemographic, clinical, and laboratory characteristics of patients with OA according to KL severity. A retrospective analytical observational study was conducted using the medical records of 1,124 patients diagnosed with OA at Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang, Indonesia, between January 2020 and January 2025. Sociodemographic, clinical, and laboratory data were collected from electronic medical records. Descriptive statistics were used to summarize patient characteristics, while differences across KL severity levels were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p<0.05. Significant differences in OA severity were observed according to age and body mass index (p<0.05), whereas sex was not significantly associated with KL severity (p>0.05). Clinical characteristics, including OA type, comorbidity status, number and type of comorbidities, and pain intensity, differed significantly across KL grades (all p<0.05). Laboratory parameters, including blood pressure, blood glucose, renal function, and lipid profile, also demonstrated significant differences according to OA severity (all p<0.05). These findings indicate that OA severity is associated with distinct sociodemographic, clinical, and laboratory characteristics, providing valuable evidence to support risk stratification, clinical assessment, and individualized management of patients with OA.