Kemampuan Computational Thinking (CT) telah menjadi literasi fundamental abad ke-21 yang penting ditanamkan sejak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pengenalan logika pemrograman di lapangan masih didominasi metode konvensional berbasis teks murni (text-based programming). Pendekatan yang kaku dan abstrak ini memicu cognitive overload serta kebosanan, sehingga siswa cenderung menganggap ilmu komputer rumit dan menakutkan. Selain itu, sekolah mitra juga kekurangan media pembelajaran transisional yang interaktif. Sebagai solusi, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menawarkan pengembangan dan implementasi game edukasi 2D bertajuk "Ksatria Algoritma" menggunakan bahasa pemrograman Java dan Processing IDE. Melalui pendekatan Game-Based Learning, permainan ini menerapkan mekanika pemisahan antara fase perencanaan (menyusun antrean instruksi spasial) dan fase eksekusi. Desain ini memfasilitasi siswa untuk menyusun algoritma sekuensial dan melatih keterampilan debugging dalam lingkungan teka-teki visual yang aman dan menyenangkan. Metode pelaksanaan PkM dibagi menjadi tiga tahapan utama: (1) tahap pengembangan perangkat lunak dengan metode Rapid Application Development (RAD) serta penyusunan modul praktikum; (2) tahap implementasi melalui demonstrasi interaktif, praktik mandiri terpandu, dan studi kasus intentional debugging; serta (3) tahap evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Program ini diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam menjembatani logika dasar algoritma ke bentuk visual sekaligus meningkatkan nalar komputasi siswa SMP secara signifikan.
Copyrights © 2026