Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sosialisasi Pentingnya Keamanan Data dan Informasi Di Era Digital Pada Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah Kota Tangerang Selatan Erdi Sutriyatna; Nasrul Hidayah; Eko Sutono
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan zaman dari tahun ke tahun dan pasca pandemi COVID-19 ini masyarakat dunia telah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dituntut untuk menggunakan digital, baik dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa bahkan orangtua harus dapat menggunakan teknologi internet. Berawal dari ini semua, perkembangan digital terus berkembang, ini dikenal yaitu era digital 4.0 dan seiring kemajuan teknologi ini maka ada kemajuan peradapan manusia dikenal era masyarakat super pintar atau Society 5.0 yaitu internet untuk menjalani kehidupan masyarakat.Dari kedua perkembangan era digital sehingga masyarakat baik dunia terus dapat meningkatkan kualitas kehidupan sosialisasi dan mendorong ekonomi globalisasi baru digital dan ini tidak terlepas dari munculnya ancaman baru yang mengintai yang kita kenal ancaman siber/kejahatan dunia maya bahkan BSSN melaporkan cybercrime indonesia terus meningkat. Dari pertimbangan ini, maka perlu adanya sosialisasi kepada santri Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah yang merupakan dunia pendidikan remaja dikalangan.Metode kegiatan PKM yaitu sosialisasi berupa ceramah tentang pentingnya keamanan data dan informasi di era digital kepada siswa-siswi SMA IT santri Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah. Ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kemajuan teknologi dan juga memberikan pemahaman tentang pentingnya kewaspadaan akan penggunaan internet agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Hasil sosialisasi ini jika ada indikasi penipuan atau pencurian data/informasi, santri bisa pintar menghadapinya karena adanya pemahaman menjaga keamanan data dan informasi yang dimiliki santri pondok pesantren yang mampu mencegah pencurian informasi yang dimiliki santri dan membantu menjaga keamanan data dan informasi untuk SMA IT Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah.Kata kunci: Keamanan Data, Keamanan Informasi, Kejahatan Dunia Maya, Santri.
PeningkatanPemahaman Teknologi Internet of Things Bagi Siswa SMK Pustek Serpong Eko Sutono; Nasrul Hidayah; Erdi Sutriyatna
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of Things (IoT) telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir, dan berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari kita, mulai dari perangkat kecil hingga sistem industri besar, seperti mobil otomatis, perawatan kesehatan, peralatan industri, olahraga, peralatan rumah tangga, dan banyak lagi. IoT menghadirkan konsep baru dalam dunia teknologi informasi, di mana segala sesuatu yang dapat dihubungkan akan terhubung. IoT perlu mendukung banyak objek heterogen yang dilengkapi dengan sensor, aktuator, RFID, dan teknologi lainnya. Pada tahun 1990, John Ramkey dan Simon Hackett bekerja sama untuk menciptakan sebuah perangkat yang menyerupai pemanggang roti yang dapat terhubung ke internet menggunakan protokol jaringan TCP/IP dan dikendalikan melalui Protokol Manajemen Jaringan Sederhana (SNMP MIB). Namun, manusia masih harus memasukkan roti ke dalam perangkat tersebut secara manual. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berupa seminar atau kuliah. Tempat pelaksanaan proyek pengabdian masyarakat ini terletak di SMK Pustek Serpong. Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan materi IoT kepada para siswa SMK Pustek Serpong agar dapat mencapai tujuan dan target yang diharapkan. Melalui seminar ini, para siswa memperoleh pemahaman tentang definisi dan konsep-konsep IoT, serta contoh penerapannya dalam kehidupan nyata. Mereka antusias untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan lebih mendalam mengenai IoT. Selain itu, seminar ini juga memainkan peran penting dalam melebarkan wawasan para siswa. Hal ini terbukti pada sesi tanya jawab, di mana banyak pertanyaan diajukan, menunjukkan bahwa para siswa telah memahami konsep-konsep IoT dengan baik.
Sosialisasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Dalam Meningkatkan Pemahaman Teknologi Di Era Digital Untuk Gen Alpha Erdi Sutriyatna; Eko Sutono
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 : Agustus (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments become increasingly numerous and diverse in today's digital era, and the rise in internet users, particularly among children and teenagers, is closely linked to the use of one such technology known as Artificial Intelligence (AI). Young children, often referred to as Generation Alpha, are growing up alongside smart technology and Artificial Intelligence (AI) in an environment where digital devices and the internet are an integral part of daily life. They may have encountered and used AI-powered applications or games without fully understanding the mechanisms behind them, and they interact with the virtual world almost constantly. The method of implementing the Community Service Activity (PkM) was a socialization program about AI technology conducted at the Villa Permata Serpong Housing Complex. This aimed to provide basic knowledge about AI so that children could understand the use of AI technology, whether for interaction, communication, or information sharing, and to broaden their understanding of the potential of AI as a tool to support learning, providing personalized and interactive learning experiences. The results of this PkM indicate that the socialization activities for Generation Alpha children were effective in improving digital literacy in understanding the basic concepts of AI, recognizing the functions and presence of AI in daily life for independent and responsible learning, and fostering awareness of the safe and positive potential of AI.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI "KSATRIA ALGORITMA" BERBASIS JAVA PROCESSING SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN LOGIKA KOMPUTASI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Dede Supiyan; Erdi Sutriyatna; Eko Sutono
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 4 No. 6 (2026): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Computational Thinking (CT) telah menjadi literasi fundamental abad ke-21 yang penting ditanamkan sejak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pengenalan logika pemrograman di lapangan masih didominasi metode konvensional berbasis teks murni (text-based programming). Pendekatan yang kaku dan abstrak ini memicu cognitive overload serta kebosanan, sehingga siswa cenderung menganggap ilmu komputer rumit dan menakutkan. Selain itu, sekolah mitra juga kekurangan media pembelajaran transisional yang interaktif. Sebagai solusi, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menawarkan pengembangan dan implementasi game edukasi 2D bertajuk "Ksatria Algoritma" menggunakan bahasa pemrograman Java dan Processing IDE. Melalui pendekatan Game-Based Learning, permainan ini menerapkan mekanika pemisahan antara fase perencanaan (menyusun antrean instruksi spasial) dan fase eksekusi. Desain ini memfasilitasi siswa untuk menyusun algoritma sekuensial dan melatih keterampilan debugging dalam lingkungan teka-teki visual yang aman dan menyenangkan. Metode pelaksanaan PkM dibagi menjadi tiga tahapan utama: (1) tahap pengembangan perangkat lunak dengan metode Rapid Application Development (RAD) serta penyusunan modul praktikum; (2) tahap implementasi melalui demonstrasi interaktif, praktik mandiri terpandu, dan studi kasus intentional debugging; serta (3) tahap evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Program ini diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam menjembatani logika dasar algoritma ke bentuk visual sekaligus meningkatkan nalar komputasi siswa SMP secara signifikan.
Klasterisasi Komentar Bermuatan Pelanggaran Etika Digital terhadap Menteri ESDM pada Media Sosial X Menggunakan Metode K-Means Amalia Azzahra; Dhaifina Nabila; Lusiyanti; Fazril Ramadhan; Abdul Syukur; Eko Sutono
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 4 No 3 (2026): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial X menjadi sarana masyarakat dalam menyampaikan opini terhadap tokoh publik, namun juga memunculkan komentar bermuatan pelanggaran etika digital seperti hinaan dan ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan komentar netizen terhadap Menteri ESDM menggunakan metode K-Means. Data diperoleh melalui proses scraping sebanyak 500 tweet. Tahapan penelitian meliputi preprocessing, pembobotan TF-IDF, dan clustering menggunakan K-Means. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar berhasil dikelompokkan menjadi tiga cluster, yaitu komentar netral/kritik biasa, komentar hinaan atau kata kasar, dan komentar provokasi/ujaran kebencian. Metode K-Means mampu membantu analisis komentar bermuatan pelanggaran etika digital pada media sosial.
Implementasi Data Mining untuk Klasifikasi dan Pemerataan Guru pada Sekolah di Tangerang Eko Sutono; Anig Astofa
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 4 No 08 (2025): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems in education is the lack of teachers, the teachers are not in accordance with the educational background (mismatch), low qualifications, competence disparities and uneven distribution of teachers. This study aims to (1) design a model of classification algorithms equity needs of teachers by using nearest neighbor algorithm (2) To design a classification algorithm model distribution needs of teachers by using algorithm C4.5 (3) compare the accuracy of the model and algorithm nearest neighbor algorithm C4.5 equity requirement for teachers. This study aims to (1) design a model of classification algorithms of equity needs of teachers by using nearest neighbor algorithm (2) To design a classification algorithm models the distribution needs of teachers by using algorithm C4.5 (3) compare the accuracy of the models and nearest neighbor algorithm C4.5 algorithm equity requirement for teachers. The results of this study is the information in the form of pattern classification state whether teachers need more, or less enough of nearest neighbor algorithm and C4.5 algorithms. Nearest neighbor algorithm accuracy rate reaches 72% and the accuracy rate reaches 83%.
Sistem Cerdas Kotak Amal Berbasis Web dan IoT (Internet of Things) di Masjid Baitul Ghafur Muhammad Luthfi Erico Choirul Rizal; Eko Sutono
Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia Vol 4 No 1 (2026): Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia (BIIKMA)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan dana amal di masjid merupakan aspek penting dalam mendukung kegiatan operasional, sosial, dan pembangunan fasilitas ibadah. Namun, kotak amal konvensional masih menghadapi kendala berupa rendahnya transparansi pencatatan donasi, kerentanan terhadap pencurian atau kehilangan, serta keterbatasan penyampaian informasi kepada jamaah secara real-time. Penelitian ini merancang dan membangun Kotak Amal Cerdas untuk Masjid Baitul Ghafur, Paninggilan Utara, Ciledug, yang memadukan sensor warna TCS3200 untuk pengenalan nominal uang kertas secara otomatis, mikrokontroler NodeMCU ESP8266, mekanisme penguncian elektronik, serta dashboard monitoring berbasis web yang terhubung ke basis data Supabase. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC), meliputi analisis kebutuhan, perancangan berbasis UML (use case, activity, sequence, dan class diagram), perakitan perangkat keras, serta pengujian fungsional. Pengujian black-box terhadap tujuh pecahan uang kertas Rupiah (Rp1.000–Rp100.000) menunjukkan bahwa sensor TCS3200 berhasil mengklasifikasikan seluruh sampel dengan benar, sementara pengiriman data ke database Supabase dan dashboard web real-time mencakup login, monitoring, riwayat transaksi, dan reset saldo berjalan sesuai rancangan. Kotak Amal Cerdas yang dihasilkan meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi pengelolaan donasi masjid serta dapat dijadikan model bagi masjid lain yang menghadapi tantangan serupa.
Spice Image Classification Based on Content-Based Image Retrieval Meidy Fajar Wahyu; Lely Panca Andriyanto; Amin Hidayat; Achmad Sehan; Eko Sutono
bit-Tech Vol. 8 No. 3 (2026): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i3.4149

Abstract

Indonesia possesses exceptional spice biodiversity, yet public familiarity with the original visual characteristics of many spices is declining because of packaged processing, reduced direct exposure, and changing food-consumption patterns. This study develops RempahID, a web-based spice identification system that integrates Content-Based Image Retrieval (CBIR) with machine-learning classification. The study addresses the limited availability of Indonesian spice recognition systems that simultaneously provide class predictions and visually similar reference images for user verification. The system uses a dataset comprising ten major spice categories, including ginger, turmeric, galangal, aromatic ginger, cinnamon, cloves, nutmeg, coriander, candlenut, and star anise. Each image is preprocessed through resizing, normalization, noise reduction, and Otsu-based segmentation. Visual representation combines 24 Hue-Saturation-Value color histogram features, four Gray-Level Co-occurrence Matrix texture descriptors, and seven Hu Moment shape features, producing a 35-dimensional feature vector. Euclidean Distance is employed to rank visually similar database images, while K-Nearest Neighbors, Support Vector Machine, and Random Forest are compared for classification. Performance is evaluated using accuracy, precision, recall, and F1-score. The Support Vector Machine with a radial basis function kernel achieved the best result, with 92.1% accuracy, 0.91 precision, 0.92 recall, and a 0.91 F1-score. Retrieved reference images also supported transparent visual comparison rather than presenting an isolated predicted label alone. These findings demonstrate that integrating complementary color, texture, and shape descriptors within a CBIR framework provides an effective and interpretable approach for Indonesian spice identification.