Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan sosial yang memerlukan penanganan secara komprehensif dan fokus melalui pendekatan berbasis data. Perkembangan teknologi informasi memungkinan instansi Kepolisian Resor Padang yaitu bidang Ditres dan Satres bagian PPA – PPO (Pelayanan Perempuan dan anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang) melakukan pencatatan dan pengelolaan data kekerasan melalui sistem digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memvisualisasikan tren kasus KDRT di Padang mengunakan pendekatan Business Inteligence. Data penelitian menggunakan data sekunder laporan kasus KDRT periode 2021 – 2026. Metode penelitian ini meliputi dari pengumpulan data, proses Extratc Transform Load (ETL), pembangunan data warehouse, visualisasi dashboard dan analisis tren. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus KDRT dari 150 kasus pada tahun 2021 menjadi proyeksi 192 kasus pada tahun 2026. Menjadi problematik dari peningkatan kasus KDRT ini adalah faktor ekonomi, judi online, pinjaman online, campur tangan orang lain, ketimpangan kuasa patriarki dalam rumah tangga dll. Implementasi Business Inteligence memungkinkan pemangku kebijakan melakukan pemantauan tren secara efektif, mengidentifikasi faktor risiko utama dan mendukung pengambilan keputusan bebasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Business Inteligence berbasis dashboard mampu meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi program pencegahan KDRT di Kota Padang
Copyrights © 2026